DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA, 17 AGUSTUS 1945-17 AGUSTUS 2016
Selamat, atas Launcing WEBSITE RESMI PERKUMPULAN ALUMNI INSTITUT TEKNOLOGI MEDAN, PAITM. Visit : http://pa-itm.com

KETUA UMUM PA-ITM PERIODE 2016-2019

Diberdayakan oleh Blogger.
Berita Terbaru
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

17 Judul Penelitian Dosen ITM Menang

Written By Unknown on Jumat, 18 Maret 2016 | 10.54

Medan, (Analisa). Sebanyak 17 judul penelitian dosen Institut Teknologi Medan (ITM) dari 24 proposal yang diajukan sudah diumumkan pemenangnya melalui seleksi tahap kelima oleh Desk Evaluasi Kementerian Riset dan Tek­nologi Pendidikan Tinggi (Ke­menristek Dikti).

Kepala LPM ITM Mustafa MT didampingi Kabiro Humas Mvivah­mi Msi kepada war­tawan di kampus Jalan Gedung Arca Medan, Sabtu (19/9) menjelaskan, sebelumnya ke-17 judul penelitian dosen ITM itu diundang untuk presentasi di Hotel Madani pada 16 September 2015 yang di­i­kuti 34 PTN dan PTS di Sumut.

Ke-17 nama pemenang pene­litian dosen ITM untuk hibah bersaing diperoleh, Aazokhi Waruwu, Aja Avriana Said ST, Dr Cut Nuraini MT, Dr Said Muzambiq, Gustam Lubis ST, MT, Herlina S.Si, Msi, Ir Endang Is Retnowati MT, Ir Nurdiana MT, Ir Suratno Armayasari MT dan Ir Tarsin Saragih MT, Nyimas Yanqoritha S.Si, Msi, Rika Deni Susanti MT, Sedarta  MT, Sukmawati MT dan Surta ria Nurliana Panjaitan MT dan hibah fundamental di­raih, Kuswandi MT.

Untuk hibah bersaing dan funda­mental dosen menda­patkan dana penelitian sebesar Rp 75 juta tiap judul dan akan direalisasikan pen­cair­an dana­nya di tahun 2016.

Selain hibah bersaing dan funda­mental, sebanyak 21 judul penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga dinya­takan lolos dan diu­mumkan Oktober atau paling lambat Nopember 2015.

Dana Penelitian

Bagi penelitian pengab­dian kepa­da masyarakat ini akan memper­oleh dana penelitian sebesar Rp 50 juta tiap judul.

Mustafa juga menambahkan, dosen pemula ITM juga berhasil memenangkan 9 judul pene­litiannya sebesar Rp 15 juta tiap judulnya. Yang paling mem­banggakan kata­nya, ITM ber­hasil memenangkan hibah Program Pembinaan PTS (PP-PTS) sebesar Rp 450 juta dari Kopertis Wilayah I Sumut di tahun 2015 ini, berupa penga­daan untuk membangun unit ICT khususnya membantu ke­lancaran di Pusat Komputer (Puskom) ITM.

“Dana bantuan Dikti melalui Kopertis Wilayah I Sumut ini, ITM berada di posisi ke-5 dari 35 PTS yang lulus dari 60 kuota yang disediakan. Bantuan unit ICT ini nan­tinya bertujuan untuk me­ngem­bang­kan program e-lear­ning, e-regis­tra­tion, e-journal dan e-library,” jelasnya.

Menurutnya, total hibah ber­saing dan fundamental dan hibah PP-PTS yang dime­nangkan 17 dosen dan ITM mencapai Rp 1,6 miliar terdiri dari Rp 1,2 miliar bersumber dari 17 penelitian dosen dan Rp 450 juta dari hibah PP-PTS yang berasal dari Kopertis Wilayah I Sumut.

Mustafa memberikan apre­siasi yang tinggi kepada Ya­yasan Dwi Warna Medan yang terus men­dorong dosen me­ningkatkan kompetensinya melakukan pene­litian hibah bersaing dan fun­damental yang nantinya dipublikasikan di jurnal inter­nasional.

“Kita bersyukur dan bangga karena minat dosen ITM me­neliti sangat tinggi,” katanya. (bara)
Sumber Berita : Klik

Tim Gemapala Putri ITM Tingalkan Jauh Lawannya

Written By Unknown on Selasa, 16 Februari 2016 | 00.41

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang
Tim Putri Gemapala ITM berhasil menjadi juara pertama dalam ajang Down Rivers Race di Taman Edukasi Avros, Kamis (11/2/2016) 


TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Lomba Arung Jeram kelas Down Rivers Race sepanjang 5 Km putri dimenangkan Tim Gemapala ITM.
Nazalia Zahra bagian dari Tim Gemapala ITM mengatakan timnya menang jauh dari lawannya di belakang.
"Bedanya kira-kira dua menitlah. Cuma dari tadi awal mereka sudah ketinggalan jauh di belakang,"katanya setelah naik dari perahu karetnya, Kamis (11/2/2016).
Ada enam tim kelas putri kategori Down Rivers Race yang mengikuti perlombaan Arung Sungai Deli yang dilaksanakan di Taman Edukasi Avros.

Sekretaris panitia mengatakan, kegiatan ini sekaligus melantik Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Cabang Sumut periode 2016-2020.
"Ini pengurus FAJI yang pertama di Sumut. Selain itu, kita juga memperkenalkan olahraga arung jeram ke masyarakat,"katanya.
Acara yang berlangsung tiga hari ini dimulai pukul 13.00 hingga 18.00 WIB yang diresmikan oleh Bupati Serdangbedagai, Soekirman.
(cr4/tribun-medan.com)

Yaspendhar – Kopertis Wil – I Sumut Gelar Diskusi

Written By Unknown on Kamis, 11 Februari 2016 | 11.53


*PTS di Sumut Harus Lebih Maju
MEDAN (Berita): Diskusi antar perguruan tinggi swasta (PTS) guna berbagi pengalaman terkait perkembangan perguruan tinggi masing-masing, dibutuhkan sebagai upaya menuju ke arah yang lebih baik.
"Dengan diskusi tersebut kita mendapat masukan dan kiat agar perguruan tinggi masing-masing di Sumut dapat lebih maju," kata Ketua Harian Yayasan Pendidihan Harapan (Yaspendhar) Medan Dr Tapi Rondang Ni Bulan SE MSi, Rabu (10/2).
Rondang menuturkan, Kopertis Wilayah-I Sumut bersama Yaspendhar Medan memprakarsai pertemuan ramah tamah dirangkai dengan kegiatan diskusi sejumlah PTS di Sumut dengan Universitas Malaysia Perlis (UniMAP) dan Universitas Ubudiyah Indonesia (UII) Aceh di JM Bariani House Medan, Sabtu (6/2) malam lalu.
PTS Sumut yang hadir pada pertemuan dan diskusi itu antara lain Universitas Pembangunan (Unpab), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Institut Teknologi Medan (ITM), Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), ITMB, LP3 Unggul Potensi Utama.
Koordinator Kopertis Wil-I Sumut Prof Dian Armanto MPd MA MSc PhD menuturkan, pertemuan tersebut merupakan inisiasi yang baik untuk menuju arah yang baik. Menurutnya kehadiran PTS sangat penting dan membanggakan. Dia berharap akhir dari diskusi itu untuk kebaikan semua pihak.
"Kita sudah punya banyak MoU yang perlu dipastikan adalah setiap PTS itu punya akreditasi terbaik. Silahkan bekerjasama dalam bidang itu dengan memilih salah satu yang terbaik," ujarnya.
Dian mengatakan, Kopertis menilai bekerjasama dengan UniMAP merupakan jalan perbaikan sekaligus peningkatan kualitas dari PTS Sumut. Itu menurutnya karena kualitas sumber daya manusia, manajemen kegiatan mahasiswa, penelitian dan publikasi ilmiah berkaitan dengan peringkat PTS yang dibuat Dikti.
"Oleh karena itu kita harus menentukan apa yang kita diskusikan, untuk kemudian menentukan apa yang akan dibuat, dituju dan ditingkatkan, sehingga kedepannya dapat kita realisasikan," kata Dian. Dian melihat banyak hal yang yang bisa ditiru PTS di Sumut dari UniMAP untuk dijadikan pedoman.
Kegiatan diskusi tersebut dimotori oleh Rektor UniMAP Brigadir General Datuk Prof Emeritus Dr Kamarudin Husin, Chairman of Ubudiyah Foundation-Indonesia Dedi Zefrizal ST, Rektor UUI Banda Aceh Prof Adjunciati SE MKes, dosen UniMAP Prof Dr Zulkarnain, dan para rektor PTS hadir. (aje)

ITM Tuan Rumah Lomba Marching Band Tingkat Pelajar


Februari 10, 2016 - Medan
MEDAN (Berita): Institut Negeri Medan (ITM) kembali menjadi tuan rumah Perlombaan Marching Band Devisi, SD, SLTP dan SLTA tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang dilaksanakan pada Minggu (7/2). Selain itu kegiatan KAPAS (paskibra) Open Cup To Campus ITM digelar 12 – 14 Februari 2016 di pelataran pakir kampus tersebut.
Kepala SMKS Dwiwarna Medan Drs Yursan mengatakan, Perlombaan Marching Band Devisi, SD, SLTP dan SLTA tingkat Sumut dan KAPAS Open Cup To Campus ITM dilaksanakan merupakan kerjasama antara Yayasan Perguruan Dwiwarna, SMK Dwiwarna, dan ITM serta IPM serta para peserta dari tingkat sumut.
Dia juga menyebutkan kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan program kerja yayasan perguruan Dwiwarna Medan yang bertujuan untuk mempererat tali silaturrahmi antar paskibra sekolah sekaligus menciptakan kompetisi bagi paskibra sekolah untuk menunjukkan kemampuannya.
Diungkapkannya, kegiatan perlom¬baan paskibra ini dise¬leng¬garakan Ikatan Pas¬kibra Medan (IPM) bekerja¬sama Ya¬yasan Dwiwarna dan ITM. Kegiatan ini diikuti pelajar SD, SLTP dan SLTA se Sumut sebagai ajang untuk menjalin tali silaturrahmi antar sesama peserta.
“Kita Berharap para peserta dapat lebih berkreasi dan berinovasi lebih baik dari tahun lalu dan menciptakan kompetisi yang lebih kompetitif sehingga menciptakan juara yang siap patut dicontoh sekolah lain. Kompetisi KAPAS ke-5 kalinya ini berbeda dari tahun sebelumnya, karena panitia menyediakan tropi bergilir dari Gubsu dan Rektor ITM,” tambahnya.
Lebih lanjut dikatakannya, kompetisi baris berbaris terbesar selama 5 tahun terakhir ini selain menyediakan tropi lebih dari 100 piala, 58 medali serta piagam dan hadiah yang sudah disediakan panitia.
Bahkan untuk lomba yang mempertandingkan lomba ketangkasan baris berbaris (LKBB), pengibaran bendera, variasi formasi, tari kreasi serta duta besar paskibra. Peserta baik SMP maupun SMA yang mengikuti kegiatan ini diantaranya, Paspenni dari SMK Mandiri, Pasmuda dari SMA Muhammadiyah 2 Medan, Pasmuga dari SMP Muhammadiyah 3 Medan serta banyak lagi dari SMA dan SMP se Sumut.
Dia mengatakan, harapannya kedepan untuk dapat membuat kompetisi ini menjadi ajang meningkatkan kreatifitas para pelajar SMP maupun SMA yang menekuni paskibra, selain itu untuk mempererat silaturrahmi antar peserta dan diharapkan nantinya Pemko Medan lebih memperhatikan kegiatan paskibra ini.
Rektor ITM Dr Ir Mahrizal Masri MT memberikan apresiasinya terhadap panitia penyelenggara kegiatan KAPAS ini. Sebab, kompetisi paskibra ini merupakan salah satu upaya pembentukan karakter dan menumbuhkembangkan semangat kejuangan dan kedisiplinan pelajar. (aje)

ITM Taat Azas Jenjang Kepangkatan Dosen

Written By Unknown on Jumat, 29 Januari 2016 | 12.48

Januari 26, 2016 - Medan
MEDAN (Berita): Berdasarkan Peraturan Menteri, perbandingan jumlah ideal dosen dengan mahasiswa di PTS adalah 1 berbanding 30 untuk mata kuliah eksakta dan 1:45 untuk sosial. Sedangkan PTN 1:20 untuk eksakta dan 1:30 untuk ilmu sosial.
Namun masih ada perguruan tinggi yang memiliki rasio dosen dan mahasiswa lebih dari satu banding 100. Bahkan ada yang satu banding 750. Untuk itu, harus ada pengawasan demi sistem pembel¬ajaran yang lebih baik dan men¬capai rasio ideal antara jumlah dosen dan mahasiswa. Hal ini juga yang menjadi program Institut Teknologi Medan (ITM).
Rektor ITM Dr Ir Mahrizal Masri MT mengatakan, selain peningkatan sistem pembelajaran, program lainnya yang sedang dikerjakan yaitu peningkatan SDM untuk program S3 pada semua prodi.
“Demikian pula dengan kenaikan kepangkatan dosen dari Asisten ahli menjadi Lektor, Lektor menjadi Lektor Kepala dan Lektor Kepala menjadi Profesor menjadi program kita untuk pencapaian kualitas,” ungkap Mahrizal.
Mahrizal berharap, dosen ITM bisa mengikuti jurnal internasional, jika memungkinkan berindex sco¬pus. Sebab ini menjadi syarat un¬tuk meningkatkan ranking per¬guruan tinggi. Saat ini jumlah dosen tetap di ITM sebanyak 117 orang dengan rincian dosen yang bergelar S3 sebanyak 7 orang, 1 orang profesor dan yang masih dalam tahap penyelesaian program S3 sebanyak 19 orang dan selebihnya berkualifikasi S2, sedangkan 10 persen lagi masih S1 yang bukan dosen jurusan.
Dijelaskannya, pada pangkalan data perguruan tinggi (PDPT) Kemenristek dikti dengan jelas tercantum jumlah dosen se¬banyak 117, jumlah mhasiswa 5.648 dengan ratio dosen 1:48. Dari data di PDPT tersebut, ITM masuk kategori PTS sehat, sebab perbandingan ratio dosen dan mahasiswa masih kategori baik, meskipun belum ideal.
“Kami tetap memperhatikan kriteria PTS sehat seperti yang ditetapkan Kemeristek dikti dengan memenuhi ketentuan badan penyelenggara terdaftar dan tercatat di Kemenkumham, tidak konflik, terakreditasi, sehingga para lulusan bisa diterima di masyarakat, pasar kerja nasional dan internasional,” harapnya.
Dosen ITM yang mengajar sedikitnya ada 130- an. Dari jumlah tersebut diakuinya masih ada sejumlah dosen dengan kualifikasi S1. Dari 130-an dosen itu, kata Mahrizal 90 persen sudah S2. Sisanya 10 persen lagi memang ada berkualifikasi S1 dan masih mengajar dan di antaranya sedang proses S2.
Menurutnya, kebijakan pemerintah mewajibkan dosen harus S2 itu sangat baik dan pihaknya selaku perguruan tinggi swasta sangat mendukung. Hal itu penting untuk meningkatkan kualitas lulusan dari kampus tersebut. (aje)

PAITM Minta Mahasiswa ITM Berkiprah dan Berkarya

Written By Unknown on Jumat, 18 Desember 2015 | 15.48

MEDAN | SUMUT24
Paguyuban Alumni ITM (PAITM) meminta mahasiswa dan para lulusan untuk berkiprah dan berkarya menciptakan sesuatu yang bermanfaat, sehingga alumni ITM kelak mendapat kepercayaan dan kehormatan di tengah-tengah masyarakat.

Harapan itu dikemukakan, salah seorang alumni jebolan teknik mesin ITM angkatan 77, Ir Tarmizi MT yang menghadiri pelaksanaan wisuda sarjana ke 50 tahun 2015 di Selekta Hall Conventon Jalan Listrik Medan.

“Saya memotivasi para lulusan dan mahasiswa serta sivitas akademika ITM agar percaya diri dan berkarya di masyarakat,” kata Tarmizi dihadapan Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Dwiwarna Medan Cemerlang SE, Rektor ITM Dr Mahrizal Masri MT, Pembantu Rektor IV Ir Mustafa MT, para dekan, ketua jurusan dan dosen lainnya.

Hadir di kesempatan itu para perwakilan PAITM yang hadir antara lain dari daerah
1. PAITM Sumut Ir Yesdiani Mayor, Ir Jetro Sirait, Ir Pintor Sibuea, 
2. PAITM Riau Ir Zulfikar, Ir Masfar, Ir Bukhari, Ir Ferdinan, 
3. PAITM Palembang Ir Yudi Pasaribu dan 
4. PAITM DKI Jakarta, Banten dan Bandung Ir Sopar Butar butar dan Budi Adi Dharma Siregar ST.

Rektor ITM Dr Mahrizal Masri dalam paparan perkembangan ITM mengatakan, sesuai visi misinya, ITM dalam penyelenggaraan pendidikan Teknik yang unggul bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa mandiri berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi, berkemampuan akademik, profesional, berwawasan luas, memiliki jiwa wirausaha yang berlandaskan pada iman dan taqwa.
Disamping itu untuk memenuhi dan mengantisipasi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) bagi industri kecil, menengah dan besar serta kemungkinan studi lanjut ke jenjang pendidikan S2 maupun S3 dan untuk menghasilkan lulusan berkualitas telah mampu berdaya saing secara kompetitif.
ITM adalah salah satu perguruan tinggi yang konsisten bergerak di bidang keahlian teknik untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli dalam bidang pembangunan, diharapkan para alumni dengan disiplin ilmu dan fasilitas yang dimilikinya akan dapat berperan dalam pengelolaan sumber daya mineral.
ITM kembali menunjukkan eksistensinya mencetak para sarjana teknik berkualitas. Ini adalah catatan sejarah bagi alumni ITM, dimana disaat sedang terbentuknya sejumlah alumni PAITM yang menghadiri undangan wisuda sarjana periode ke 50 tahun 2015 ini. Sebelumnya rombongan PAITM ini juga sudah melakukan audensi dengan pimpinan yayasan dan rektorat sebelum dilaksanakannya wisuda sarjana. (evt)

Sumber Berita : http://sumutduaempat.com/v1/view.php?newsid=7399

ITM Tampil Di Lomba Robotik Kopertis

Written By Unknown on Selasa, 08 Desember 2015 | 00.54

Desember 7, 2015 - Medan

MEDAN (Berita): Institut Teknologi Medan (ITM) mengirimkan dua timnya mengikuti lomba memprogram robotik antar Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se Sumut. Lomba itu digelar Kopertis Wilayah I Sumut 28 Nopember – 3 Desember 2015 di halaman kantor Kopertis Jalan Setia Budi Medan. Kepala Biro Kemahasiswaan ITM Drs Safrawali MA menyebutkan, kedua tim robotik ITM yang bertarung di even ini dibagi kepada kategori A dan kategori B.
"Satu tim terdiri-dari tiga orang mahasiswa, Jadi ada 6 orang mahasiswa ITM yang tampil di ajang yang baru pertama kali diikuti mahasiswa kita," katanya di kampus ITM Jalan Gedung Arca Medan, Senin (7/12).
Dia berharap lomba robotik antar perguruan tinggi swasta ini menjadikan mahasiswa mampu membangun semangat kompetisi dengan PTS lainnya. Selain itu melalui lomba ini juga mendorong mahasiswa lebih kreatif dalam mendesain dan memprogram robotik. "Kita berharap, dua Tim ITM yang berpartisipasi dapat meraih prestasi yang membanggakan bagi ITM dan khususnya bagi jurusan," ujarnya.
Sementara itu, pendamping tim ITM Fadlin S Kom mengatakan lomba program robotik yang diadakan kopertis wilayah I Sumut ini, diikuti sebanyak 18 perguruan tinggi (PT) dan lembaga pendidikan. "ITM mengirimkan dua tim," katanya.
Dia menyebutkan, pengumuman hasil daripada lomba robotik tersebut diumumkan Kamis (3/12), namun ditunda menjadi 10 Desember 2015. "Penundaan ini disebabkan belum siapnya semua peralatan dalam memprogram robotik oleh panitia," ungkapnya. (aje)

WISUDA SARJANA ITM Periode ke 50

Written By Unknown on Selasa, 01 Desember 2015 | 00.54

Sabtu, 28 November 2015 Institut Teknologi Medan (ITM) kembali menunjukkan eksistensinya untuk mencetak sarjana-sarjana berkualitas tinggi khususnya sarjana teknik (ST). SENAT INSTITUT TEKNOLOGI MEDAN melaksanakan SIDANG TERBUKA dengan acara tunggal yaitu WISUDA SARJANA PERIODE 50.

Ini adalah catatan sejarah bagi para alumni ITM. Disaat sedang terjadinya proses pembentukan organisasi alumni ITM yang akan dinamakan dengan nama PAITM, Paguyuban Alumni Institut Teknologi Medan, acara wisuda ini terlaksana di ITM. Kita para alumni patut berbangga, dukungan penuh dari ITM telah ditunjukkan dengan mengundang para alumni dalam acara tersebut. Tidak hanya sebagai undangan, akan tetapi sebuah kehormatan yang tak ternilai harganya, bahwa pada acara tersebut ITM memberikan kesempatan untuk alumni ITM untuk berdiri di depan panggung yang sangat megah dan sakral untuk menyampaikan kata sambutan dari Alumni ITM.


Ir.Tarmiji M.T, tidak menyia-nyiakan penghargaan ini. Beliau sebagai senior kita, jebolan Teknik Mesin ITM angkatan 77 ini, langsung memberikan kata sambutan dan memberikan motivasi kepada alumni ITM yang baru agar mereka percaya diri untuk berkarya di masyarakat.

Tidak hanya itu, para Alumni yang hadir saat itu juga bersilaturami dengan jajaran Fungsionaris ITM: 
  • Ketua Yayasan (Cemerlang S.E.), 
  • Rektor Dr. Ir. Mahrizal M.T,. 
  • Pembantu Rektor PR 4 Ir. Mustafa M.T,. 
  • PR1, 
  • dan beberapa Dosen ITM 

Pada kesempatan ini, utusan alumni mensosialisasikan pendirian organisasi alumni ITM yang bernama (PAITM), serta mengadakan diskusi dan dialog dengan Fungsionaris ITM (Ketua Yayasan, Rektor, PR, Dosen) untuk saling berbagi pengalaman bagaimana meningkatkan kualitas alumni ITM sehingga bisa bersaing dengan alumni Perguruan Tinggi lain nya





Acara wisuda ini telah dihadiri perwakilan-perwakilan PAITM daerah :

1.       Paitm SUMUT (Ir. Yesdiani, Mayor,. Ir. Jetro Sirait, Ir. Pintor Sibuea dan beberapa alumni lain nya)
2.       Paitm RIAU (Ir. Zulfikar, Ir. Masfar, Ir. Tarmiji M.T,. Ir. Bukhari, Ir. Ferdinan)
3.       Paitm PALEMBANG (Ir. Yudi Pasaribu)
4.       Paitm DKI Jakarta, Banten, Bandung (Ir. Sopar Butarbutar, Budi Adi Dharma Siregar,ST)



REKTOR ITM Dr. Ir. Mahrizal M.T,. memberikan plakat sebagai kenang kenangan kepada PAITM setelah selesai memberikan sambutan/ motivasi ke alumni yg baru dilantik dan diterima perwakilan PAITM yaitu Ir. Tarmiji M.T,. Alumni Mesin-77

Rektor ITM Dr. Ir, Mahrizal M.T,. menjelaskan perkembagan ITM dan program kedepan nya sehingga ITM bisa setara dengan Perguruan Tinggi ternama

Berita Sebelum Acara Wisuda

4 Konsulat Asing Akan Hadiri Wisuda ITM

Sebanyak empat konsulat asing di Medan di undang menghadiri pelaksanaan wisuda sarjana Institut Teknologi Medan (ITM) periode ke II tahun 2015 di Convention Hall Selecta Hotel Jalan Listrik Medan, Sabtu (28/11).

Keempat konsulat asing tersebut, Konsulat Malaysia, Jepang, India dan Konsulat Turki. Demikian dikatakan Kahumas ITM M H Vivahmi Manafsah SH MSi kepada wartawan di kampus ITM Jalan Gedung Arca Medan, Kamis (26/11).

Selain itu juga, wisuda ITM akan dihadiri 4 perusahaan yang telah menjalin kerjasama dengan ITM, yakni PT Musim Mas, PT Baja Deli, PT Mujur Timber dan PT Matahari Kahuripan.  

Lebih lanjut Vivahmi mengatakan, wisuda ITM juga diundang SKPD, Plt Walikota Binjai, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Sumut, Kopertis Wilayah I Sumut dan lain-lain. Juga dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Dwi Warna Cemerlang SE.

Wisuda sarjana ITM periode ke 2 tahun 2015, berjumlah 420 orang berasal dari tiga fakultas dengan 10 jurusan. ke sepuluh jurusan tersebut,  jurusan teknik mesin, jurusan teknik sipil, jurusan teknik arsitektur, jurusan teknik industri,jurusan teknik elektro, jurusan teknik informatika.jurusan teknik pertambangan, jurusan teknik geologi, jurusan teknik perencanaan wilayah,

Sedangkan tiga Fakultas, Fakultas Teknologi Industri FTI), Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP)  dan Fakultas Teknologi Mineral (FTM).

Sesuai visi misinya, ITM dalam penyelenggaraan pendidikan Teknik yang unggul bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa mandiri berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi, berkemampuan akademik, profesional, berwawasan luas, memiliki jiwa wirausaha yang berlandaskan pada iman dan taqwa.

Disamping itu untuk memenuhi dan mengantisipasi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) bagi industri kecil, menengah dan besar serta kemungkinan studi lanjut ke jenjang pendidikan S2 maupun S3 dan untuk menghasilkan lulusan berkualitas telah mampu berdaya saing secara kompetitif.

ITM adalah salah satu perguruan tinggi yang konsisten bergerak di bidang keahlian teknik untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli dalam bidang pembangunan, diharapkan para alumni dengan disiplin ilmu dan fasilitas yang dimilikinya akan dapat berperan dalam pengelolaan sumber daya mineral

Permi Komnas ITM Gelar Seminar Nasional

Written By Unknown on Kamis, 26 November 2015 | 11.29


November 25, 2015 - Medan
MEDAN (Berita): Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional (Permi Komnas) Institut Teknologi Medan (ITM) menggelar gelar seminar nasional dan kuliah umum di kampus Jalan Gedung Arca Medan, kemarin.
Seminar bertema “Peranan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi (IT) Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) menghadirkan narasumber staf ahli Kemkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa Dr Henry Subiakto SH MA, dan Deputi dan Direktur Student Affair Ristek Dikti Dr Widyo Winarso.
Dr Widyo Winarso menyebutkan berdasarkan hasil survey berdasarkan daya saing di dunia tahun 2015, Indonesia memiliki peringkat persaingan di peringkat 37. Sementara untuk Asean Indonesia menduduki peringkat 4. "Oleh sebab itu dalam menghadapi MEA kita berupaya untuk mensetarakan level pendidikan kita dengan negara lain di Asean," ujarnya.
Menurutnya, MEA dibentuk bukan untuk bersaing, tapi untuk mempersatukan kekuatan negara-negara Asean untuk menghadapi negara-negara besar seperti Jepang, Cina maupun Korsel. Pasalnya, kalau menghadapi sendiri negara-negara Asean sudah pasti tidak akan sanggup oleh sebab itu dibentuklah MEA.
Disebutkannya, mulai 31 Desember 2015 atau tepatnya pada tanggal 1 Januari 2016, praktis MEA sudah berjalan. Sebab itu inflikasi di bidang pendidikan bagaimana membuat perguruan tinggi di Asean terintegrasi terpadu yaitu mempunyai program yang sama.
“Di tahun 2016 nanti mahasiswa di negara ASEAN yang telah lulus dari pendidikan tinggi, harus dibekali dengan sertifikasi. Jadi begitu tamat tidak hanya menerima ijazah tapi juga sudah diketahui apa keahlian yang dikuasainya melalui sertifikasi tersebut,” tegasnya.
Seminar nasional dibuka Rektor ITM Dr Ir Mahrizal Masri MT, yang berharap peserta seminar dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh. Seminar dihadiri Wakil Rektor I Ir Hermansyah Alam MT, MM, Ketua Jurusan Abdullah Muhazir ST.M.Kom, dan undangan lainnya.
Sementara itu Ketua Umum Permi Komnas Rabbyul Awal Amrullah didampingi Ketua Panitia Rodeardo Sinaga mengatakan kegiatan seminar dilaksanakan dalam rangkaian Munas Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional. (aje)

BPBD – PMII ITM Seminarkan Siaga Bencana Alam


November 25, 2015 - Medan
MEDAN (Berita): Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan menggandeng Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMMI) Komisariat Institut Teknologi Medan (ITM) menggelar seminar siaga bencana alam di ruang rapat kam-pus tersebut, Sabtu (21/11) kemarin.
Seminar dibuka Rektor ITM Dr Mahrizal Masri MT menghadirkan pembicara Kepala Kantor Diklat Kota Medan Fahruddin Harahap SH MAP, pemerhati kebencanaan Dr Hamzah Lubis SH MSi, dan Pusat Bencana dan Kebencanaan ITM Dr Ir H Said Muzambiq MSi.
Menurut Rektor ITM, seminar bencana alam yang diselenggarakan PMII ITM dan BPBD Kota Medan memiliki arti penting untuk menambah wawasan pengetahuan mahasiswa sejak dini mengenai kebencaan alam yang kapan saja bisa terjadi.
Diungkapkannya, Pulau Sumatera umumnya dan Sumatera Utara khususnya, termasuk daerah rawan bencana alam, misalnya gempa bumi dan gunung meletus. Untuk itu mahasiswa ITM harus memahami betul bagaimana cara menghadapi dan menyelamatkan diri serta tidak panik disaat terjadinya bencana.
Kepada PMII dan BPBD Kota Medan, Rektor memberikan apresiasi dan mendukung pelaksanaan seminar ini. Dia juga mengharapkan hasil seminar ini bisa dijadikan sebagai bahan masu¬kan bagi pemerintahan Kota Medan dan Propinsi Sumatera Utara.
Kepala Kantor Diklat Kota Medan, Fahruddin Harahap, mengatakan dengan seminar ini diharapkan mahasiswa akan lebih sadar lagi dan peduli bencana. Menurutnya kesiapsiagaan itu penting karena korban bencana akibat mereka yang panik dan tidak siap menghadapinya. Untuk itu mahasiswa dituntut untuk terus berprestasi dan bersinergi dengan berbagai lembaga.
“Melalui kegiatan ini hendaknya juga mampu menum¬buhkan semangat dan rasa peduli mahasiswa terhadap sesama untuk saling peduli dan membantu orang lain yang sedang terkena bencana,” katanya.
Sementara itu, pemerhati kebencanaan ITM, Dr Hamzah Lubis mengatakan ITM merupakan perguruan tinggi di Sumatera Utara yang memiliki jurusan geologi, karena itu, dia mengharapkan Pemko/Pemkab di Sumatera Utara agar memanfaatkan tenaga ahli di bidang kebencanaan ini.
“Sudah seharusnya dosen-dosen geologi ITM ditempatkan sebagai ahli di Pemko/Pemkab untuk memberikan masukan mengenai kebencaan alam tersebut,” katanya Said Muzambiq dari Pusat Bencana dan Kebencanaan ITM mengatakan, sudah saatnya pemerintah daerah melakukan sosiasialisasi kepada para warga lokasi yang rawan bencana alam dan juga pemerintah harus melakukan mapping penataan.(aje)

ITM Peringkat 2 PTS Terbaik di Sumut

Written By Unknown on Selasa, 24 November 2015 | 07.30


MedanBisnis - Medan. Institut Teknologi Medan (ITM) di Jalan Gedung Arca Medan Teladan masuk dalam peringkat ke 2 Perguruan Tinggi Swasta(PTS) terbaik di Sumatera Utara (Sumut). Hal itu sesuai versi Webometrics 2015 yang diumumkan di website medanesia.com, Senin (9/11).
Kepala Humas ITM M Vivahmi Manafsah SH MSi kepada wartawan di kampus tersebut, Selasa (17/11), mengatakan, versi Webometrics adalah salah satu acuan terbaik yang dapat digunakan untuk mengetahui peringkat universitas terbaik di Sumut. Karena versi terbaik di dunia seperti QS World, Times Higher Education (THE) dan AcademicRanking of World Universities (ARWU) tidak memuat satupun universitas di Medan dan Sumut.

Sementara, Universitas Sumatera Utara (USU) berada di peringkat 1 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbaik di Sumut, disusul Universitas Negeri Medan (Unimed) peringkat ke 2 dan masuk daftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri(SNMPTN) serta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Sesuai daftar universitas di Medan dan Sumut yang masuk peringkat Webometrics yakni, peringkat pertama Universitas Sumatera Utara (USU) Medan (PTN, Rank Ind 26), peringkat ke dua Universitas Negeri Medan (PTN, Rank Ind51), peringkat ke tiga Universitas Muhammadiyah Sumut (PTS, Rank Ind 181), peringkat ke empat Politeknik Negeri Medan (PTN, Rank Ind 194), peringkat kelima Institut Teknonogi Medan (PTS, Rank Ind 199), peringkat ke 6 Universitas Islam Sumatera Utara (PTS, Rank Ind 220), peringkat ke tujuh STMIK & AMIK Logika, (PTS, Rank Ind227). (zahendra)

Sumber : Open

Sutias: Patenkan Mesin Pemipil Jagung Buatan ITM

Written By Unknown on Kamis, 12 November 2015 | 10.57

Dokumentasi SILATURAHIM DENGAN WARGA TELUK NIBUNG 3
 (Foto : pkssumut.or.id)
AGROPLUS – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumatera Utara Hj Sutias Handayani Gatot Pujo Nugrogho mendorong Institut Teknologi Medan (ITM) mematenkan mesin pemipil jagung buatan mahasiswa Fakutlas Teknik Jurusan Teknik Mesin, lalu memproduksinya dalam jumlah banyak.

“Mesin tersebut sebaiknya langsung dibuat hak patennya, dan diperbanyak. Lalu jangan hanya dipamerkan, tetapi masyarakat terutama petani harus bisa memanfaatkannya,” kata Sutias saat melihat mesin tersebut di arena Open Fair ITM 2015.

Event tersebut digelar dari tanggal 20 hingga 21 Februari 2015 di kampus ITM, Jalan HM Joni Medan.
Selama ini, katanya, banyak petani menjual jagung beserta bonggolnya. Dengan adanya mesin pemipil yang emmadai, harga jual jagung bis lebih tinggi.

Selain mesin pemipil jagung, pameran itu juga menampilkan berbagai produk kreatif mahasiswa, pelajar dan masyarakat.
Rektor ITM Prof DR Ilmi Abdullah mengatakan, pameran ini merupakan rangkaian Peringatan Hari Kelahiran Pahlawan Nasional KH Dewantara.

“Pameran ini mengambil semangat kepahlawanan dari diri KH Dewantara untuk memotivasi para pelajar dan mahasiswa berinovasi dengan menampilkan hari karyanya,” katanya.
Karya yang dipamerkan diharap dapat menembus pasar. Produk yang ditampilkan memang layak jual, bukan barang asal jadi.

Penulis : Eko Mulyadi
@kohen22

Sumber : http://agroplus.co.id/sutias-patenkan-mesin-pemipil-jagung-buatan-itm/

Saintek ITM Masuk di Jurnal Ilmiah Dikti

Medan | Jurnal Asia
Saintek Institut Teknologi Medan (ITM) bidang keilmuan mendapatkan peringkat C dan masuk di kategori 198 urutan dari total 245 judul jurnal yang terdaftar di jurnal ilmiah hasil akreditasi yang dikeluarkan Dirjen Dikti, Kemendikbud.
Kabiro Humas M Vivahmi Manafsyah SH MSi di kampus tersebut Jalan Gedug Arca Medan (8/11) mengaku merasa bangga, karena saintek ITM tersebut mendapat pengakuan dan legalitas dari Dikti.
Disebutkannya, saintek tersebut untuk bisa menampilkan informasi menyangkut kemajuan dan perkembangan dunia pendidikan tinggi di bidang keteknikan, khususnya di Sumut. Pasalnya, dari 245 judul jurnal yang diterbitkan Dikti dari berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia.
Saintek ITM masih tetap eksis dan menyajikan hasil penemuan dan inovasi kreatifitas mahasiswa dan dosen. Sementara hasil peringkat perguruan tinggi negeri/swasta berdasarkan akreditasi dan program studi, ITM berada di urutan ke-75 (467,7).
ITM merupakan institut teknologi yang pertama di luar Jawa yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan dan Sosial Dwiwarna Medan. Yayasan Pendidikan dan Sosial Dwiwarna didirikan pada Rabu 6 Januari 1960 dengan Akte Notaris Nomor 21, yang tujuannya adalah membantu Pemerintah dalam bidang Pendidikan, Pengajaran dan Sosial.
“Semula bernama Akademi Teknik Dwiwarna dan kemudian pada tanggal 27 Mei 1963 dirubah menjadi Institut Teknologi Sumatera (ITS) dirubah menjadi Sekolah Tinggi Teknik Medan (STTM) pada tanggal 28 Agustus 1976 dengan surat pengukuhan Kopertis Wilayah I (Surat Keputusan Nomor 25 tahun 1978).
Akhirnya, STTM dirubah menjadi Institut Teknologi Medan (ITM) dengan surat Keterangan persetujuan sementara Kopertis Wilayah I Nomor 009/SK/Kop.I/84 pada tanggal 4 Mei 1984. Pengukuhan ITM didasarkan atas Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0464/0/86.
Untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli kimia, ITM Medan pada 1992/1993 membuka Jurusan Teknik Kimia dengan Status Terdaftar. Sedankan 1994 membuka jurusan Teknik Perencanaan Wilayah danKota di bawah naungan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. ITM di tahun ini telah menerima bantuan Lab. CNC yang bernaung di bawah Jurusan Teknik Mesin.
Kemudian berdasarkan SK BAN-PT Nomor 030/BAN-PT/Ak-XII/S1/X/2009 tertanggal 16 Oktober 2009, Jurusan termuda di ITM yakni Teknik Informatika mulai dibuka tahun 2005 resmi memperoleh Status Terakreditasi. (swisma) -

Sumber : http://www.jurnalasia.com/2014/11/10/saintek-itm-masuk-di-jurnal-ilmiah-dikti/

26 Dosen ITM Kandidat Doktor

KampusMedan – Medan, Menyadari betapa pentingnya pengembangan sumberdaya manusia (SDM) khususnya bagi pendidikan dosen lanjutan, Institut Teknologi Medan (ITM) sekarang ini sedang giat-giatnya mendorong staf pengajarnya untuk melanjutkan ke jenjang doktor (S-3) untuk penguatan akademik dan peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM) dosen sendiri.




“Saat ini ada 26 dosen yang sedang studi S3 dan dipastikan kemungkinan besar di tahun 2016 bakal ada yang sudah tamat dan menyandang gelar Doktor, selebihnya akan menyusul di tahun berikutnya,” kata Kabiro Humas H M Vivahmi MSi yang juga Kandidat

Doktor S3 Ilmu Studi Lingkungan di Universitas Malaysia Perlis (UniMAP) Malaysia kepada wartawan di kampus Jalan Gedung Arca Medan baru-baru ini.”Saat ini ITM berusaha mempersiapkan tenaga-tenaga handal yang sesuai kebutuhan industri berskala nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Upaya yang dilakukan ITM untuk persiapan tersebut, kata rektor, melalui jalinan kerjasama dengan pihak industri dan perguruan tinggi, baik di Indonesia maupun di luar negeri.Dia mengakui ITM telah memiliki potensi yang besar sebagai modal dalam pengembangannya. Potensi itu terletak pada sumber daya yang dimiliki, yakni staf pengajar dan prasarana yang sudah cukup memadai.

Untuk staf pengajar ITM sekarang ini yang berkualifikasi S1 hanya sedikit dan selebihnya para staf pengajar ini telah berkualifikasi S2 dan S3.Di era globalisasi dan kompetisi seperti saat ini segala hal yang diinginkan hanya dapat diperoleh dengan kualitas kemampuan intelektual tinggi serta niat dan kerja keras.

Selain itu, ITM juga terus meningkatkan penguatan sumber daya manusia (SDM) dan penguatan kurikulum, dengan tujuan para alumni siap menghadapi pasar bebas dan era globalisasi.

Menurutnya, penguatan networking atau jaringan dengan lembaga pendidikan luar negeri tersebut untuk memfasilitasi SDM ITM yang telah selesai melaksanakan pendidikan. Untuk menunjang penguatan networking, pihaknya terus melakukan pembenahan termasuk pembenahan kurikulum, yang sesuai dengan kebutuhan pasar industri dan juga menggelar berbagai seminar, bahkan ITM membangun unit bisnis.

Selain itu, kepercayaan yang diberikan masyarakat Sumatera Utara kepada ITM akan senantiasa dijunjung tinggi supaya jumlah mahasiswa akan bertambah dan kesejahteraan staf pengajar, pegawai dan lainnya juga meningkat.

Hal ini sejalan dengan program kerja sesuai visi dan misi ITM untuk menghasilkan mahasiswa dan lulusan yang berakhlakul karimah, berinovasi dan siap bersaing di pasar kerja terbuka khususnya memasuki era masyarakat ekonomi Asia (MEA).(RED/MKM)

Workshop Konfigurasi Cisco Router di ITM

Webmedia dan Himpunan Mahasiswa Jaringan (HMJ) Institut Teknologi Medan mengadakan workshop kerjasama yang mengusung judul “Konfigurasi Cisco Router”. Kegiatan ini merupakan salah satu program Roadshow Goes To Campus Webmedia dan merupakan agenda bulanan HMJ ITM dalam bentuk peningkatan SDM para civitas akademik Institut Teknologi Medan, khususnya fakultas Teknik Informatika. 

Acara ini dimulai dengan sambutan dari ketua panitia dan Ketua Jurusan Teknik Informatika.
Kegiatan ini diikutin oleh 150 mahasiswa/i Teknik Informatika yang dibagi dalam 3 gelombang. Yuk kita saksikan aktifitas teman-teman dari ITM dalam melakukan praktek langsung Konfigurasi Cisco Router
Sumber Berita : Webmedia Training Center

Roadshow Geothermal 2013 di ITM Medan

Pembukaan Road Show Geothermal di ITM Medan
 Dalam rangka memasyarakatkan panas bumi (geothermal) di lingkungan perguruan tinggi, Pusat Sumber Daya Geologi (PSDG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) bekerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki fakultas/jurusan/program studi terkait geologi, geokimia, pertambangan, perminyakan atau disiplin ilmu terkait dalam penyelenggaraan roadshow geothermal.




Dengan penyelenggaraan roadshow ini diharapkan agar mahasiswa/i di perguruan tinggi dapat meningkatkan wawasan khususnya mengenai panas bumi dari hulu sampai ke hilir. Setelah lulus dari perguruan tinggi, para mahasiswa/i dapat memiliki bekal pengetahuan dan ide bagaimana pengelolaan dan pengusahaan panas bumi agar memiliki manfaat yang sebesar-sebesarnya bagi masyarakat.

Acara roadshow diselenggarakan di Institut Teknologi Medan (ITM), Medan pada pekan pertama bulan Juli 2013.  Acara ini di dihadiri oleh 120 orang peserta yang terdiri dari mahasiswa dan staf dosen jurusan Teknik Geologi dan Teknik Pertambangan Institut Teknologi Medan, juga mahasiswa dan staf dosen jurusan Teknik Geologi dan Teknik Pertambangan Institut Sains dan Teknologi Pardede.

Kegiatan roadshow meliputi, pemaparan terkait bidang panas bumi, diskusi dan tanya jawab, pemberian kuis peserta. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti acara tersebut.

Materi presentasi/pemaparan terdiri atas :


  1. Kebijakan Pengembangan Panas Bumi di Indonesia oleh  Dr. R. Sukhyar dan Ir. Calvin Karo Karo Gurusinga, M.Sc, Badan Geologi, KESDM;?          
  2. Geosains Sistem Panas Bumi di Indonesia oleh Ir. Sri Widodo, PSDG, Badan Geologi, KESDM;
  3. Pengembangan Panas Bumi oleh Pertamina oleh Marihot Silaban, Pertamina;
  4. Pengembangan Iptek dan Sumber Daya Manusia di Bidang Panas Bumi oleh Alimin Ginting, Asosiasi Panas Bumi Indonesia;
  5. Konsep Keputusan Investasi Panas Bumi oleh Agus Danar, Smart Solution Center.

Peserta Road Show Geothermal di ITM Medan

Pemberian Hadiah Kepada Peserta yang Aktif
dalam Roadshow Geothermal di ITM Medan


Sumber Berita : Badan Geologi

Hampir Semua Prodi ITM Terakreditasi B

Written By Unknown on Selasa, 10 November 2015 | 12.58

Website ITM. http://www.itm.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=52&Itemid=58

Medan |SNN – Salah satu kebanggaan Institut Teknologi Medan (ITM) sudah terakreditasi seluruh program studinya oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Hal ini patut dibanggakan bagi perguruan tinggi swasta dan merupakan suatu prestasi akademis yang dinanti-nanti karena tidak mudah untuk meraihnya.

17 Judul Penelitian Dosen ITM Menang

Written By Unknown on Rabu, 04 November 2015 | 08.59

Hibah Bersaing dan Fundamental

Medan, (Analisa). Sebanyak 17 judul penelitian dosen Institut Teknologi Medan (ITM) dari 24 proposal yang diajukan sudah diumumkan pemenangnya melalui seleksi tahap kelima oleh Desk Evaluasi Kementerian Riset dan Tek­nologi Pendidikan Tinggi (Ke­menristek Dikti).

Kepala LPM ITM Mustafa MT didampingi Kabiro Humas Mvivah­mi Msi kepada war­tawan di kampus Jalan Gedung Arca Medan, Sabtu (19/9) menjelaskan, sebelumnya ke-17 judul penelitian dosen ITM itu diundang untuk presentasi di Hotel Madani pada 16 September 2015 yang di­i­kuti 34 PTN dan PTS di Sumut.

Ke-17 nama pemenang pene­litian dosen ITM untuk hibah bersaing diperoleh, Aazokhi Waruwu, Aja Avriana Said ST, Dr Cut Nuraini MT, Dr Said Muzambiq, Gustam Lubis ST, MT, Herlina S.Si, Msi, Ir Endang Is Retnowati MT, Ir Nurdiana MT, Ir Suratno Armayasari MT dan Ir Tarsin Saragih MT, Nyimas Yanqoritha S.Si, Msi, Rika Deni Susanti MT, Sedarta  MT, Sukmawati MT dan Surta ria Nurliana Panjaitan MT dan hibah fundamental di­raih, Kuswandi MT.

Untuk hibah bersaing dan funda­mental dosen menda­patkan dana penelitian sebesar Rp 75 juta tiap judul dan akan direalisasikan pen­cair­an dana­nya di tahun 2016.

Selain hibah bersaing dan funda­mental, sebanyak 21 judul penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga dinya­takan lolos dan diu­mumkan Oktober atau paling lambat Nopember 2015.

Dana Penelitian

Bagi penelitian pengab­dian kepa­da masyarakat ini akan memper­oleh dana penelitian sebesar Rp 50 juta tiap judul.

Mustafa juga menambahkan, dosen pemula ITM juga berhasil memenangkan 9 judul pene­litiannya sebesar Rp 15 juta tiap judulnya. Yang paling mem­banggakan kata­nya, ITM ber­hasil memenangkan hibah Program Pembinaan PTS (PP-PTS) sebesar Rp 450 juta dari Kopertis Wilayah I Sumut di tahun 2015 ini, berupa penga­daan untuk membangun unit ICT khususnya membantu ke­lancaran di Pusat Komputer (Puskom) ITM.

“Dana bantuan Dikti melalui Kopertis Wilayah I Sumut ini, ITM berada di posisi ke-5 dari 35 PTS yang lulus dari 60 kuota yang disediakan. Bantuan unit ICT ini nan­tinya bertujuan untuk me­ngem­bang­kan program e-lear­ning, e-regis­tra­tion, e-journal dan e-library,” jelasnya.

Menurutnya, total hibah ber­saing dan fundamental dan hibah PP-PTS yang dime­nangkan 17 dosen dan ITM mencapai Rp 1,6 miliar terdiri dari Rp 1,2 miliar bersumber dari 17 penelitian dosen dan Rp 450 juta dari hibah PP-PTS yang berasal dari Kopertis Wilayah I Sumut.

Mustafa memberikan apre­siasi yang tinggi kepada Ya­yasan Dwi Warna Medan yang terus men­dorong dosen me­ningkatkan kompetensinya melakukan pene­litian hibah bersaing dan fun­damental yang nantinya dipublikasikan di jurnal inter­nasional.

“Kita bersyukur dan bangga karena minat dosen ITM me­neliti sangat tinggi,” katanya. (bara)

54 Tahun ITM Hasilkan 9.867 Alumni


Selasa, 01 Juli 2014 | 10:07:25
Medan | Jurnal Asia

Institut Teknologi Medan (ITM) sebagai lembaga pndidikan teknik tertua di Pulau Sumatera kini telah memiliki 9.867 alumni dan 4.985 mahasiswa dari tiga fakultas yakni Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan serta Fakultas Teknologi Mineral.
“Di usia yang cukup dewasa, kita terus berbenah meningkatkan mutu lulusan dan menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri,” kata Kepala Biro Administrasi Umum yang juga kepala Biro Hubungan Masyarakat HM Vivahmi SH MSi di Medan di kampus Jalan Gedung Arca Medan, Senin (30/6).
Dijelaskannya, ITM yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan dan Sosial Dwiwarna didirikan pada 6 Januari 1960. Semula lembaga ini bernama Akademi Teknik Dwiwarna dengan tuga jurusan yaitu Teknik Sipil, Teknik Elektro dan Teknik Mesin.
“ITM memiliki visi menjadi institut yang terkemuka dalam penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menghasilkan lulusan berkualitas dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,’’ kata Vivahmi.
Selain visi, lanjut dia, ITM yang kini memiliki 213 tenga pengajar prodesional didominasi lulusan S2 dan S3 ini juga memiliki misi menyelenggarakan pendidikan teknik yang unggul untuk menghasilkan lulusan berkualitas, berkemampuan akademik, profesional, berwawasan luas, mampu mandiri, berkembang dilandasi iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.



‘’Misi berikut adalah mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui proses pendidikan, penelitian, kerja sama dunia usaha dan lembaga pendidikan tinggi lain, serta pemberdayaan sumber daya alam menjadi sumber energi sebagai pengabdian kepada masyarakat untuk kesejahteraan masyarakat yang berkesinambungan,’’ terangnya.

Untuk itu, lanjut Vivahmi, seluruh sivitas akademika ITM melaksanakan berbagai pogram unggul dalam bidang pendidikan yang bertujuan mempersiapkan mahasiswa untuk mandiri berdasarkan ilmu pengetahuan, minat, bakat, penalaran dan keterampilan yang diperoleh selama proses pembelajaran.
‘’Pendidikan di ITM juga bertujuan memenuhi dan mengantisipasi kebutuhan sumber daya manusia bagi industri kecil, menengah dan besar serta kemungkinan studi lanjutan ke jenjang pendidikan magister dan doktoral,’’ katanya.  (Swisma)
- See more at: http://www.jurnalasia.com/2014/07/01/54-tahun-itm-hasilkan-9-867-alumni/#sthash.hgqsVQMz.dpuf

Written By Unknown on Selasa, 03 November 2015 | 14.02




MEDAN | Pakar Geologi Institut Teknologi Medan (ITM), Ir Lisnawaty MT menyatakan aliran makma (mantel) antara Gunung Sinabung dan Gunung Kelud Kediri masih satu jalur.

Sebab jika dilihat dari kondisi geologi wilayah Indonesia kedua gunung tersebut masuk dalam satu jalur lempeng Samudera India, yang meliputi bagian Selatan Indonesia yakni Sumatera, Jawa, NTB , NTT dan Bali.



“Jika, ada aktivitas mantel (makma) di salah satu gunung maka otomatis terjadi pergerakan, maka secara geologi, pasti terkait antara satu gunung dengan gunung yang lain yang masih berada dalam satu jalur,” ujar Lisnawaty ketika ditemui, Senin (17/2/2014), di kampus ITM Jalan Gedung Arca Medan.

Dijelaskannya, secara geologis wilayah Indonesia memiliki 3 lempeng bumi yang bergerak aktif, yakni lempeng India Australia atau lempeng Samudera India di bagian Selatan, lempeng Eurasia di bagian Utara dan Lempeng Fasifik meliputi Irian dan Maluku Utara.

Jika ada pergerakan makma yang diawali gempa dalam satu wilayah lempeng, maka ada pertumbukan atau pergerakan makma, sehingga jika dikaitkan dengan letusan Gunung Sinabung dengan Gunung Kelud atau gunung lainnya di wilayah bagian Selatan maka secara otomatis ada pergerakan dalam satu jalur lempeng tersebut.

Lisnawaty yang juga Sekretaris Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumut mengatakan, posisi bumi sebagai tempat hidup manusia, berada di atas kerak bumi, di bawa kerak bumi ada mantel.

Lapisan mantel itulah jalur makma yang beradal dalam suatu lempeng. Makma itu dikeluarkan melalui letusan gunung, namun sebelum letusan terjadi, pasti diawali sejumlah gempa.


Sumber Berita bareskrim.com

“Kita patut bersyukur letusan gunung berapi ditandai dengan gempa bumi. Tidak seperti peristiwa gempa, tidak ada tandanya,” ujar Lisnawati yang berharap pemerintah untuk selalu mensosialisasikan mitagasi kepada masyarakat di kawasan rawan bencana.

Ketika ditanya prediksi berhentinya letusan gunung, termasuk Gunung Sinabung atau Kelud, Pakar Gelologi ITM ini mengungkapkan tergantung aktivitas pergerakan makma atau apakah masih ada pusat tumbukan/pergerakan lempeng pada suatu jalur lempeng.


Jika masih ada akumulasi energi yang terkumpul dan tidak bisa ditahan lapisan kerak bumi, maka letusan gunung masih tetap terjadi.

Lebih lanjut dijelaskannya, di Sumatera Utara ada dua sumber gempa yang sangat berpotensi yakni jalur sepanjang pantai barat dan sumber jalur darat yakni dari letusan gunung berapi bukit barisan.

Dia mengatakan, wilayah Indonesia pada umumnya dan Sumatera khususnya merupakan daerah rawan bencana alam dan gempa bumi. Pemahaman akan karakteristik gempa bumi dan mitigasi bencana alam akan sangat membantu mengurangi dampak negatif dari bencana tersebut. Kemampuan menangani kondisi ini diharapkan dimiliki oleh alumni ITM dan merupakan peluang bagi para alumni untuk turut berperan aktif.

Dosen senior Geologi ITM ini menyarankan pemerintah untuk melakukan pemetaan jalur gempa dan kemudian selalu mengedukasi masyarakat karena edukasi lebih penting agar masyarakat daerah jalur utama gempa siap menghadapi jika terjadi gempa. (ucup/B)
 
Support : ITM | PAITM | Paguyuban Alumni ITM
Copyright © 2015. PAITM - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger