DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA, 17 AGUSTUS 1945-17 AGUSTUS 2016
Selamat, atas Launcing WEBSITE RESMI PERKUMPULAN ALUMNI INSTITUT TEKNOLOGI MEDAN, PAITM. Visit : http://pa-itm.com

KETUA UMUM PA-ITM PERIODE 2016-2019

Diberdayakan oleh Blogger.
Berita Terbaru
Tampilkan postingan dengan label ITM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ITM. Tampilkan semua postingan

Sekjur Teknik Geologi ITM Juara III Dosen Berprestasi Tingkat Kopertis

Written By Unknown on Kamis, 01 September 2016 | 08.17

MEDAN ketikberita.com - Dr Ir Said Muzambiq Msi dosen Institut Teknologi Medan (ITM) yang kini menjabat Sekretaris Jurusan Teknik Geologi berhasil meraih juara III dosen berprestasi tingkat Kopertis Wilayah I Sumatera Utara tahun 2016.

Penyerahan hadiah dan cenderamata dilakukan langsung oleh Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto MA selaku pembina Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 tahun 2016  yang dilaksanakan dilingkungan Kopertis Wilayah I Sumut Jalan Setia Budi Pasar I Medan, baru ini.

Untuk juara I diberikan kepada Junita Batubara, S.Sn, M.Sn, P.hD dari Universitas Nommensen Medan, Juara II Hartono, S.Kom, M.kom dari STMIK IBBI Medan dan Juara III Dr. Ir. Said Musambiq, M.Si dari Institut Teknologi Medan.

Sedangkan, juara Harapan I Donald Nababan, S. KM, M.Kes dari Stikes Sumut, Harapan II Dr. Masdaniah Zurairah Siregar dari Universitas AL-Azhar Medan, Harapan III Dr. Ramlan, SH, M.Hum dari Universitas Muhammadyah Sumatera Utara.

Mengutip amanat pidato Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof  M Nasir, Koordinator Kopertis mengatakan, Indonesia Kerja Nyata di usianya ke 71 tahun Indonesia merdeka merupakan rahmat yang tak ternilai harganya dari Allah SWT.

Kesadaran inilah yang mendasari pencanangan Gerakan Nasional Indonesia Kerja Nyata yang telah dicanangkan tahun 2016 sebagai Tahun Inovasi.  Diharapkan melalui pencanangan ini, ekonomi berbasis pengetahuan dapat segera diwujudkan.

“Marilah kita lanjutkan cita-cita tersebut dan kita isi kemerdekaan dengan komitmen semangat untuk terus bekerja nyata dalam menumbuhkembangkan teknologi dan inovasi sebagai bekal Bangsa Indonesia mandiri dan berdaya saing di era globalisasi,” katanya.

Indonesia Kerja Nyata, sebab keknologi dan inovasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Pendidikan Tinggi memegang peranan penting untuk mempersiapkan putra-putri bangsa, generasi penerus menjadi innovator.

Sementara itu, institusi riset memegang peranan penting untuk memberikan kesempatan kepada putra-putri bangsa berkarya cipta, mempunyai inovasi, penelitian dan menjadi inovator produktif, mengingat hal itu masih sangat diperlukan oleh bangsa ini.

Ditempat terpisah, Said Muzambiq mengatakan akan terus memotivasi diri khususnya mengembangkan keilmuan, riset dan teknologi sejalan dengan menumbuhkan semangat berinovasi baik di kalangan dosen, mahasiswa dan sivitas akademika terutama di ITM.

17 Judul Penelitian Dosen ITM Menang

Written By Unknown on Jumat, 18 Maret 2016 | 10.54

Medan, (Analisa). Sebanyak 17 judul penelitian dosen Institut Teknologi Medan (ITM) dari 24 proposal yang diajukan sudah diumumkan pemenangnya melalui seleksi tahap kelima oleh Desk Evaluasi Kementerian Riset dan Tek­nologi Pendidikan Tinggi (Ke­menristek Dikti).

Kepala LPM ITM Mustafa MT didampingi Kabiro Humas Mvivah­mi Msi kepada war­tawan di kampus Jalan Gedung Arca Medan, Sabtu (19/9) menjelaskan, sebelumnya ke-17 judul penelitian dosen ITM itu diundang untuk presentasi di Hotel Madani pada 16 September 2015 yang di­i­kuti 34 PTN dan PTS di Sumut.

Ke-17 nama pemenang pene­litian dosen ITM untuk hibah bersaing diperoleh, Aazokhi Waruwu, Aja Avriana Said ST, Dr Cut Nuraini MT, Dr Said Muzambiq, Gustam Lubis ST, MT, Herlina S.Si, Msi, Ir Endang Is Retnowati MT, Ir Nurdiana MT, Ir Suratno Armayasari MT dan Ir Tarsin Saragih MT, Nyimas Yanqoritha S.Si, Msi, Rika Deni Susanti MT, Sedarta  MT, Sukmawati MT dan Surta ria Nurliana Panjaitan MT dan hibah fundamental di­raih, Kuswandi MT.

Untuk hibah bersaing dan funda­mental dosen menda­patkan dana penelitian sebesar Rp 75 juta tiap judul dan akan direalisasikan pen­cair­an dana­nya di tahun 2016.

Selain hibah bersaing dan funda­mental, sebanyak 21 judul penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga dinya­takan lolos dan diu­mumkan Oktober atau paling lambat Nopember 2015.

Dana Penelitian

Bagi penelitian pengab­dian kepa­da masyarakat ini akan memper­oleh dana penelitian sebesar Rp 50 juta tiap judul.

Mustafa juga menambahkan, dosen pemula ITM juga berhasil memenangkan 9 judul pene­litiannya sebesar Rp 15 juta tiap judulnya. Yang paling mem­banggakan kata­nya, ITM ber­hasil memenangkan hibah Program Pembinaan PTS (PP-PTS) sebesar Rp 450 juta dari Kopertis Wilayah I Sumut di tahun 2015 ini, berupa penga­daan untuk membangun unit ICT khususnya membantu ke­lancaran di Pusat Komputer (Puskom) ITM.

“Dana bantuan Dikti melalui Kopertis Wilayah I Sumut ini, ITM berada di posisi ke-5 dari 35 PTS yang lulus dari 60 kuota yang disediakan. Bantuan unit ICT ini nan­tinya bertujuan untuk me­ngem­bang­kan program e-lear­ning, e-regis­tra­tion, e-journal dan e-library,” jelasnya.

Menurutnya, total hibah ber­saing dan fundamental dan hibah PP-PTS yang dime­nangkan 17 dosen dan ITM mencapai Rp 1,6 miliar terdiri dari Rp 1,2 miliar bersumber dari 17 penelitian dosen dan Rp 450 juta dari hibah PP-PTS yang berasal dari Kopertis Wilayah I Sumut.

Mustafa memberikan apre­siasi yang tinggi kepada Ya­yasan Dwi Warna Medan yang terus men­dorong dosen me­ningkatkan kompetensinya melakukan pene­litian hibah bersaing dan fun­damental yang nantinya dipublikasikan di jurnal inter­nasional.

“Kita bersyukur dan bangga karena minat dosen ITM me­neliti sangat tinggi,” katanya. (bara)
Sumber Berita : Klik

Begini Cara Kerja Alat Perajang Kentang Karya ITM

Written By Unknown on Kamis, 17 Maret 2016 | 08.51


Alat berbentuk sepeda karya mahasiswa Institut Teknologi Medan (ITM) ini bisa merajang satu kilogram kentang selama enam detik. Dalam pengoperasiannya, saat dikayuh sepeda ini cenderung ringan dibanding mengayuh sepeda di jalan datar.






Nonton Videonya.......di sini  PLAY

Tim Gemapala Putri ITM Tingalkan Jauh Lawannya

Written By Unknown on Selasa, 16 Februari 2016 | 00.41

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang
Tim Putri Gemapala ITM berhasil menjadi juara pertama dalam ajang Down Rivers Race di Taman Edukasi Avros, Kamis (11/2/2016) 


TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Lomba Arung Jeram kelas Down Rivers Race sepanjang 5 Km putri dimenangkan Tim Gemapala ITM.
Nazalia Zahra bagian dari Tim Gemapala ITM mengatakan timnya menang jauh dari lawannya di belakang.
"Bedanya kira-kira dua menitlah. Cuma dari tadi awal mereka sudah ketinggalan jauh di belakang,"katanya setelah naik dari perahu karetnya, Kamis (11/2/2016).
Ada enam tim kelas putri kategori Down Rivers Race yang mengikuti perlombaan Arung Sungai Deli yang dilaksanakan di Taman Edukasi Avros.

Sekretaris panitia mengatakan, kegiatan ini sekaligus melantik Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Cabang Sumut periode 2016-2020.
"Ini pengurus FAJI yang pertama di Sumut. Selain itu, kita juga memperkenalkan olahraga arung jeram ke masyarakat,"katanya.
Acara yang berlangsung tiga hari ini dimulai pukul 13.00 hingga 18.00 WIB yang diresmikan oleh Bupati Serdangbedagai, Soekirman.
(cr4/tribun-medan.com)

ITM dan Alumninya bekerjasama dalam menyusun Kurikulum

Written By Unknown on Senin, 15 Februari 2016 | 06.11

Pertemuan Alumni ITM dengan Dosen Teknik Industri ITM
13 Februari 2016

Alumni diwakili oleh :
Ir.Suparno (Teknik Industri '89), Syafruddin, ST (Teknik Industri 91) dan Doni Hasibuan ST, MT (Teknik Industri 2006)
Ir.Suparno dan Doni Hasibuan ST, MT 

Materi Pertemuan :
Pembahasan penyusunan Kurikulum Jurusan Teknik Industri ITM

Tujuan :

Alumni Jurusan Teknik Industri ITM akan memiliki sertifikasi Kompetensi, agar para alumni Teknik Indutri ITM mampu berkompetisi di lapangan kerja





Catatan : Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITM, Jurusan Teknik Industri dengan status terakreditasi. Pada tahun 1985/1986 di ITM dibuka Jurusan Teknik Industri di bawah naungan Fakultas Teknologi Industri dengan Status Terdaftar berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0482/0/86 pada tanggal 19 Juli 1986.


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI ITM


VISI : " Menjadikan Jurusan Teknik Industri yang terdepan sehingga menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dalam bidang IPTEK di era globalisasi"
MISI :
  • Menyelengarakan sistem internal jurusan yang berkualitas.
  • Membangun kerjasama dengan dunia usaha, lembaga pendidikan dan masyarakat luas.
  • Memberikan pendidikan dengan kurikulum yang berorientasi ke depan untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif.
Ketua Jurusan : Ir. Sutrisno
Sekretaris        : Ir. Juarni, MT.

Teknik Industri merupakan salah satu disiplin ilmu yang kurang mendapat perhatian di negara - negara berkembang tetapi di negara - negara Industri maju. Walaupun disiplin ilmu ini masih relatif baru telah mendapat tempat terhormat sebagai ilmu yang sangat membantu dalam pemecahan masalah khususnya yang berhubungan dengan perancangan metode dan sistem dalam upaya peningkatan produktifitas dan efisiensi.

Kini bidang Teknik Industri telah berkembang jauh lebih luas dari keadaan sebelumnya yang hanya bertitik berat pada peningkatan produktifitas tenaga kerja. Ruang lingkup teknik industri telah mencangkup perancangan sistem kompleks (Complex system design) yaitu sistem industrial (Industrial System). Suatau keunikan dari disiplin ilmu teknik industri dibandingkan dengan disiplin ilmu teknik lainnya adalah luas disiplin ilmu yang mencangkup dalam pendekatan teknik industri yaitu kombinasi dasar - dasar rekayasa (engineering fundamentalis) dengan matematika, metode statistika, psikologi, sosiologi dan ekonomi dalam pembuatan rancangan industrial system complex (Ureson, W. G. 1980)

Jurusan Teknik Industri di ITM dibuka pada tahun 1985 dengan SK Mendikbud RI No. 0482/0/86, tanggal 19 Juli 1986, dan sampai Desember 2011 telah menghasilkan lulusan sebanyak 1322 alumni. Kurikulum yang digunakan mengacu pada kurikulum Nasional dan Hasil Musyawarah Badan Industri (BKSTI) dengan beban 144 SKS dengan matakuliah muatan lokal berbasis Industri perkebunan Sumatera Utara dan rekayasa rancagan bangun pabriknya.

Jurusan Teknik Industri ITM terakreditasi BAN PT sesuai SK No. 040/BAN-PT/Ak-12/S1/1/2010. Untuk mendukung perkembangan ilmu & teknologi yang cepat, jurusan Teknik Industri ITM mengadakan Kuliah Umum secara periodik dengan nara sumber Praktisi Industri maupun para pakar dan guru besar dari PTN dari Sumatera maupun dari Jawa. 




TEKNIK INDUSTRI ITM siap dalam Persaingan GLOBAL



WORKSHOP 
PENYESUAIAN KURIKULUM TEKNIK INDUSTRI
Sabtu, 20 Februari 2016

ENGINEERING-PROCUREMENT-CONSTRUCTION 
BOILER DAN BEJANA TEKAN

Peserta : Dosen Teknik Industri dan Teknik Mesin ITM

Pembicara : Ir.Suparno
(Alumni ITM'89, Direktur Teknik PT.TRIASH ARTHA DINAMIKA ABADI)


Certified :

Welding inspector B4T Bandung, EN 12952, EN 719, 729, ASME BOILER AND VESSEL ENGINEER CHENNAI, INDIA, QMS ISO SERIES PE LEAD AUDITOR LONDON

Profile

Materi Workshop dapat di download di sini (Klik untuk membuka)



Yaspendhar – Kopertis Wil – I Sumut Gelar Diskusi

Written By Unknown on Kamis, 11 Februari 2016 | 11.53


*PTS di Sumut Harus Lebih Maju
MEDAN (Berita): Diskusi antar perguruan tinggi swasta (PTS) guna berbagi pengalaman terkait perkembangan perguruan tinggi masing-masing, dibutuhkan sebagai upaya menuju ke arah yang lebih baik.
"Dengan diskusi tersebut kita mendapat masukan dan kiat agar perguruan tinggi masing-masing di Sumut dapat lebih maju," kata Ketua Harian Yayasan Pendidihan Harapan (Yaspendhar) Medan Dr Tapi Rondang Ni Bulan SE MSi, Rabu (10/2).
Rondang menuturkan, Kopertis Wilayah-I Sumut bersama Yaspendhar Medan memprakarsai pertemuan ramah tamah dirangkai dengan kegiatan diskusi sejumlah PTS di Sumut dengan Universitas Malaysia Perlis (UniMAP) dan Universitas Ubudiyah Indonesia (UII) Aceh di JM Bariani House Medan, Sabtu (6/2) malam lalu.
PTS Sumut yang hadir pada pertemuan dan diskusi itu antara lain Universitas Pembangunan (Unpab), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Institut Teknologi Medan (ITM), Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), ITMB, LP3 Unggul Potensi Utama.
Koordinator Kopertis Wil-I Sumut Prof Dian Armanto MPd MA MSc PhD menuturkan, pertemuan tersebut merupakan inisiasi yang baik untuk menuju arah yang baik. Menurutnya kehadiran PTS sangat penting dan membanggakan. Dia berharap akhir dari diskusi itu untuk kebaikan semua pihak.
"Kita sudah punya banyak MoU yang perlu dipastikan adalah setiap PTS itu punya akreditasi terbaik. Silahkan bekerjasama dalam bidang itu dengan memilih salah satu yang terbaik," ujarnya.
Dian mengatakan, Kopertis menilai bekerjasama dengan UniMAP merupakan jalan perbaikan sekaligus peningkatan kualitas dari PTS Sumut. Itu menurutnya karena kualitas sumber daya manusia, manajemen kegiatan mahasiswa, penelitian dan publikasi ilmiah berkaitan dengan peringkat PTS yang dibuat Dikti.
"Oleh karena itu kita harus menentukan apa yang kita diskusikan, untuk kemudian menentukan apa yang akan dibuat, dituju dan ditingkatkan, sehingga kedepannya dapat kita realisasikan," kata Dian. Dian melihat banyak hal yang yang bisa ditiru PTS di Sumut dari UniMAP untuk dijadikan pedoman.
Kegiatan diskusi tersebut dimotori oleh Rektor UniMAP Brigadir General Datuk Prof Emeritus Dr Kamarudin Husin, Chairman of Ubudiyah Foundation-Indonesia Dedi Zefrizal ST, Rektor UUI Banda Aceh Prof Adjunciati SE MKes, dosen UniMAP Prof Dr Zulkarnain, dan para rektor PTS hadir. (aje)

ITM Tuan Rumah Lomba Marching Band Tingkat Pelajar


Februari 10, 2016 - Medan
MEDAN (Berita): Institut Negeri Medan (ITM) kembali menjadi tuan rumah Perlombaan Marching Band Devisi, SD, SLTP dan SLTA tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang dilaksanakan pada Minggu (7/2). Selain itu kegiatan KAPAS (paskibra) Open Cup To Campus ITM digelar 12 – 14 Februari 2016 di pelataran pakir kampus tersebut.
Kepala SMKS Dwiwarna Medan Drs Yursan mengatakan, Perlombaan Marching Band Devisi, SD, SLTP dan SLTA tingkat Sumut dan KAPAS Open Cup To Campus ITM dilaksanakan merupakan kerjasama antara Yayasan Perguruan Dwiwarna, SMK Dwiwarna, dan ITM serta IPM serta para peserta dari tingkat sumut.
Dia juga menyebutkan kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan program kerja yayasan perguruan Dwiwarna Medan yang bertujuan untuk mempererat tali silaturrahmi antar paskibra sekolah sekaligus menciptakan kompetisi bagi paskibra sekolah untuk menunjukkan kemampuannya.
Diungkapkannya, kegiatan perlom¬baan paskibra ini dise¬leng¬garakan Ikatan Pas¬kibra Medan (IPM) bekerja¬sama Ya¬yasan Dwiwarna dan ITM. Kegiatan ini diikuti pelajar SD, SLTP dan SLTA se Sumut sebagai ajang untuk menjalin tali silaturrahmi antar sesama peserta.
“Kita Berharap para peserta dapat lebih berkreasi dan berinovasi lebih baik dari tahun lalu dan menciptakan kompetisi yang lebih kompetitif sehingga menciptakan juara yang siap patut dicontoh sekolah lain. Kompetisi KAPAS ke-5 kalinya ini berbeda dari tahun sebelumnya, karena panitia menyediakan tropi bergilir dari Gubsu dan Rektor ITM,” tambahnya.
Lebih lanjut dikatakannya, kompetisi baris berbaris terbesar selama 5 tahun terakhir ini selain menyediakan tropi lebih dari 100 piala, 58 medali serta piagam dan hadiah yang sudah disediakan panitia.
Bahkan untuk lomba yang mempertandingkan lomba ketangkasan baris berbaris (LKBB), pengibaran bendera, variasi formasi, tari kreasi serta duta besar paskibra. Peserta baik SMP maupun SMA yang mengikuti kegiatan ini diantaranya, Paspenni dari SMK Mandiri, Pasmuda dari SMA Muhammadiyah 2 Medan, Pasmuga dari SMP Muhammadiyah 3 Medan serta banyak lagi dari SMA dan SMP se Sumut.
Dia mengatakan, harapannya kedepan untuk dapat membuat kompetisi ini menjadi ajang meningkatkan kreatifitas para pelajar SMP maupun SMA yang menekuni paskibra, selain itu untuk mempererat silaturrahmi antar peserta dan diharapkan nantinya Pemko Medan lebih memperhatikan kegiatan paskibra ini.
Rektor ITM Dr Ir Mahrizal Masri MT memberikan apresiasinya terhadap panitia penyelenggara kegiatan KAPAS ini. Sebab, kompetisi paskibra ini merupakan salah satu upaya pembentukan karakter dan menumbuhkembangkan semangat kejuangan dan kedisiplinan pelajar. (aje)

ITM Taat Azas Jenjang Kepangkatan Dosen

Written By Unknown on Jumat, 29 Januari 2016 | 12.48

Januari 26, 2016 - Medan
MEDAN (Berita): Berdasarkan Peraturan Menteri, perbandingan jumlah ideal dosen dengan mahasiswa di PTS adalah 1 berbanding 30 untuk mata kuliah eksakta dan 1:45 untuk sosial. Sedangkan PTN 1:20 untuk eksakta dan 1:30 untuk ilmu sosial.
Namun masih ada perguruan tinggi yang memiliki rasio dosen dan mahasiswa lebih dari satu banding 100. Bahkan ada yang satu banding 750. Untuk itu, harus ada pengawasan demi sistem pembel¬ajaran yang lebih baik dan men¬capai rasio ideal antara jumlah dosen dan mahasiswa. Hal ini juga yang menjadi program Institut Teknologi Medan (ITM).
Rektor ITM Dr Ir Mahrizal Masri MT mengatakan, selain peningkatan sistem pembelajaran, program lainnya yang sedang dikerjakan yaitu peningkatan SDM untuk program S3 pada semua prodi.
“Demikian pula dengan kenaikan kepangkatan dosen dari Asisten ahli menjadi Lektor, Lektor menjadi Lektor Kepala dan Lektor Kepala menjadi Profesor menjadi program kita untuk pencapaian kualitas,” ungkap Mahrizal.
Mahrizal berharap, dosen ITM bisa mengikuti jurnal internasional, jika memungkinkan berindex sco¬pus. Sebab ini menjadi syarat un¬tuk meningkatkan ranking per¬guruan tinggi. Saat ini jumlah dosen tetap di ITM sebanyak 117 orang dengan rincian dosen yang bergelar S3 sebanyak 7 orang, 1 orang profesor dan yang masih dalam tahap penyelesaian program S3 sebanyak 19 orang dan selebihnya berkualifikasi S2, sedangkan 10 persen lagi masih S1 yang bukan dosen jurusan.
Dijelaskannya, pada pangkalan data perguruan tinggi (PDPT) Kemenristek dikti dengan jelas tercantum jumlah dosen se¬banyak 117, jumlah mhasiswa 5.648 dengan ratio dosen 1:48. Dari data di PDPT tersebut, ITM masuk kategori PTS sehat, sebab perbandingan ratio dosen dan mahasiswa masih kategori baik, meskipun belum ideal.
“Kami tetap memperhatikan kriteria PTS sehat seperti yang ditetapkan Kemeristek dikti dengan memenuhi ketentuan badan penyelenggara terdaftar dan tercatat di Kemenkumham, tidak konflik, terakreditasi, sehingga para lulusan bisa diterima di masyarakat, pasar kerja nasional dan internasional,” harapnya.
Dosen ITM yang mengajar sedikitnya ada 130- an. Dari jumlah tersebut diakuinya masih ada sejumlah dosen dengan kualifikasi S1. Dari 130-an dosen itu, kata Mahrizal 90 persen sudah S2. Sisanya 10 persen lagi memang ada berkualifikasi S1 dan masih mengajar dan di antaranya sedang proses S2.
Menurutnya, kebijakan pemerintah mewajibkan dosen harus S2 itu sangat baik dan pihaknya selaku perguruan tinggi swasta sangat mendukung. Hal itu penting untuk meningkatkan kualitas lulusan dari kampus tersebut. (aje)

Ujian Masuk ITM Gunakan Sistem Online

Written By Unknown on Selasa, 26 Januari 2016 | 00.40

MEDAN | Salah satu inovasi proses pendidikan yang dilakukan Institut Teknologi Medan (ITM) adalah sistem seleksi calon mahasiswa baru yang menjamin kualitas input lebih bermutu dari beberapa pandangan (kognitif dan potensi) secara komprehensif, yakni Ujian Masuk-ITM menggunakan sistem online berbasis komputer.

KEPALA BARESKRIM“Anda dapat memperoleh informasi tentang UM ITM di sini. Untuk itu silahkan anda mengunjungi INFO UM,” kata Kabiro Humas ITM M Vivahmi M SH MSi kepada wartawan, kemarin.

Vivahmi mengatakan, website ini resmi UM ITM dan segala informasi di dalamnya adalah benar. “Silahkan merujuk ke situs ini untuk mendapatkan berita yang benar atau menghubungi Panitia UM ITM (silakan lihat bagian Kontak). Waspadalah terhadap segala bentuk tindak penipuan yang mengatasnamakan Panitia UM ITM,” tegasnya.

Sistem Online ITM menyampaikan sepuluh program studi yang dikelompokkan dalam tiga fakultas, yaitu, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) terdiri dari program studi teknik sipil, teknik arsitektur serta teknik perencanaan wilayah dan kota (planologi).

Fakultas Teknologi Industri (FTM) meliputi program studi teknik mesin, teknik elektro, teknik industri, teknik kimia dan teknik informatika dan Fakultas Teknologi Mineral (FTM) terdiri dari program studi teknik pertambangan dan teknik geologi.

ITM, kata dia, juga mengenalkan keunggulan dan prestasi mahasiawa maupun perguruan tinggi yang telah dicapai selama ini. Peluang kerja bagi lulusan dan lapangan pekerjaan yang dapat didapat lulusan melalui berbagai kerjasama baik dengan instansi pemerintah, swasta dan dunia usaha.

Begitu juga program dan pelatihan berbasis kemandirian mahasiswa dengan menciptakan lapangan kerja sendiri, seperti wirausaha (entrepreneurship).

Bahkan, dari 84 perguruan tinggi swasta (PTS) yang tergolong sehat hasil dari penilaian Kopertis Wilayah I Sumatera Utara, ITM termasuk salah satunya yang mendapatkan kategori PTS sehat itu.

Sesuai hasil penilaian yang dilakukan tahun 2014 lalu, ITM merupakan PTS yang berkembang pesat dan memiliki manajemen yang professional, sehingga proses belajar mengajar berjalan sangat baik.

Dengan predikat itu, ITM menjadi contoh universitas yang orientasinya pada perkembangan SDM, baik terhadap mahasiswanya maupun dosennya. Bahkan, sebutnya, ITM telah memberikan pen­didikan karakter dan menciptakan budaya akademik yang sehat di lingkungan kampus.

“Aspek itu membuat ITM men­jadi kampus berkualitas,” katanya seraya menjelaskan, pemberian label PTS Sehat dilakukan melalui sembilan kriteria yang ditetapkan Kopertis yakni memiliki akta pendirian yang disahkan Kemenkum HAM, izin pendirian dari Kemendikbud, tidak menyelenggarakan program kelas jauh.

Kemudian ada laporan PDPT (Pangkalan Data Perguruan Tinggi) dengan kecukupan rasio dosen dan mahasiswa, memiliki akreditasi dari BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) dan tidak dilanda konflik internal dalam masalah kepemilikan serta mempunyai lokasi kampus yang memadai. (ucup/B)

ITM Perkuat Kurikulum

Medan, (Analisa). Institut Teknologi Medan (ITM) mem­buka pen­daf­taran calon maha­sis­wa kelas malam khusus bagi karya­wan. Untuk tahun akademik 2015/2016 ini disediakan kuota daya tam­pung 200-an orang maha­siswa baru di 3 fakultas dan 10 program studi/jurusan yang ada di ITM.

Kabiro Humas ITM HM Vivahmi MSi kepada warta­wan di kampus Jalan Gedung Arca Medan, Jumat sore (28/8) mengatakan, jadwal pendaftaran ma­hasiswa baru mulai dibuka 31 Agus­­tus dan berakhir 10 September 2015. Ujian tes­ting masuk dilakukan pada 10 September dan pengumuman sekaligus registrasi ulang bagi maha­siswa yang telah lulus pada 11 September 2015.

Vivahmi menjelaskan, ber­diri sejak 1960, ITM telah beberapa kali me­ngalami peru­bahan nama. Awalnya kam­pus ini bernama Institut Teknologi Su­matera (ITS) dan kemudian pada 21 Agustus berubah lagi menjadi Se­kolah Tinggi Teknik Medan (STTM).

Sejalan dengan penyesuaian kebija­kan pemerintah di bidang pendidikan pada masa STTM, teknologi meka­nisasi pertanian dan teknologi perusa­haan dile­bur melahirkan teknologi indus­tri, maka pada 1987, kampus ini dikembangkan men­jadi ITM.

Mengenai program beasiswa, ITM menyediakan berbagai beasiswa tam­bahnya, seperti Supersemar diberikan oleh Yayasan Beasiswa Supersemar sejak tahun akademi 1992/1993. Bea­siswa Dwiwarna di­berikan Yayas­an Pendidikan & Sosial Dwi­war­na yang me­ngasuh dan mengelola ITM kepada 8 orang penerima ran­king tertinggi testing pene­rimaan ma­hasiswa baru tiap tahun.

Selanjutnya, beasiswa ber­pres­tasi ini diberikan kepada mahasiswa yang berprestasi dalam bidang akademik, penu­lisan ilmiah dan lain-lain. Bea­sis­wa prestasi khusus dibe­rikan kepada mahasiswa yang mem­punyai keahlian dan pres­tasi pada suatu bidang sehi­ngga mengangkat nama baik ITM dan daerah atas keberhasilannya.

Ada pula beasiswa instansi/lem­baga lain yang diberikan kepada maha­siswa ITM yang mempunyai keahlian dan pres­tasi pada suatu bidang se­hingga mengangkat nama baik ITM dan daerah atas keberhasilannya. Khu­sus tahun ini, ITM mem­berikan bea­siswa bidik misi kepada 10 orang maha­siswa baru.

Kampus ini sedang menuju pergu­ruan tinggi swasta (PTS) cemerlang yang tidak hanya mengandalkan ke­mam­­puan kemampuan intelektual, tapi juga dibutuhkan kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual menuju persaingan.

“ITM ke depan akan mela­kukan pe­nguatan networking di dunia indus­tri. Selain itu, ITM juga terus mening­katkan pe­ngua­tan sumber daya manu­sia (SDM) dan penguatan kuriku­lum, dengan tujuan para alumni siap meng­hadapi pasar bebas dan era globali­sasi,” ucap Vi­vahmi. (bara)

ITM Perkuat Penguasaan Bahasa Inggris

Written By Unknown on Senin, 25 Januari 2016 | 13.52

(Analisa/bardansyah) SERAHKAN BEASISWA: Rektor ITM Prof Dr Ir Ilmi Abdullah MSc didampingi Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Dwi Warna, Cemerlang, SE menyerahkan beasiswa kepada sepuluh mahasiswa berprestasi di halaman  Kampus ITM Jalan Gedung Arca Medan.
PENGUATAN bahasa asing khususnya bahasa Inggris men­jadi hal sangat diperlukan oleh generasi muda bangsa ini dalam meng­hadapi Masyarakat Ek­onomi Asia (MEA).

Semua pihak haruslah me­nyadari bahwa bahasa Ing­gris saat ini telah menjadi bahasa inter­nasional dan universal, sehingga harus  kita kuasai, kata Rektor Institut Teknologi Medan (ITM), Prof Dr Ilmi Abdullah saat ber­bicara di hadapan 1.351 mahasiswa baru ITM di kampus itu, Senin lalu.

Prof Ilmi menegaskan,  ba­hasa salah satu syarat bagi para lulusan per­guruan tinggi untuk bisa ber­kompetisi  di era glo­balisasi ini. Karena itu, semua lulusan uni­versitas dituntut mampu mem­persiapkan alum­ninya  meng­hadapinya persai­ngan pasar bebas.

Salah satu strategi khusus yang dipersiapkan ITM yakni penguatan bahasa asing, terutama bahasa Inggris bagi para mahasiswa yang menimba ilmu di kampus tersebut.

“ITM telah menyiapkan English Center sebagai infra­struktur bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan ber­bahasa inggris,” ucapnya di­dam­pingi Ketua English Center ITM, Dra Sri Wahyuni.

Pada kesempatan yang sama Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Dwi Warna,  Cemerlang, SE menyampaikan hal serupa. Ia menegaskan, momentum pasar bebas tersebut harus dijadikan sebagai penyemangat  meningkat­kan kualitas diri.

“Peningkatan kualitas tidak bisa ditawar-tawar, kemampuan ber­bahasa Inggris sangat diper­lukan. Karena itu  merupakan tuntutan  dari  persaingan antar ne­gara se-ASEAN,” sebutnya.

Dia mengatakan, para maha­siswa harus belajar keras dan mempersiapkan bekal ilmu, karena MEA tidak bisa dihin­dari.” Jika kita terlena dan tidak tekun belajar  tidak menutup kemungkinan kita akan menjadi penonton di rumah sendiri,” ucapnya.

Dia mengingatkan,  per­saingan  MEA tidak hanya mem­buka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional. Per­guruan tinggi  sebagai infra­struktur pencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berkua­litas menjadi jawaban terhadap ke­butuhan tersebut.

“Kualitas pendidikan harus digenjot dan dipersiapkan sejak dini sehingga kualitas lulusan­nya benar-benar mampu ber­saing dalam MEA nanti. Tidak bisa dipungkiri dan harus me­nerima arus global tersebut,” bebernya.

Ia menambahkan, MEA me­rupakan tantangan terbesar bagi dunia pedidikan, tak terkecuali di  ITM. ”Lulusan kita sekarang harus bisa bersaing dengan teman dari luar negeri khususnya yang ter­gabung dalan negara ASEAN,” sebutnya.

Beasiswa

Dalam kesempatan itu, Rek­tor ITM Prof Dr Ir Ilmi Abdullah MSc didampingi Ketua Yayasan Pen­didikan dan Sosial Dwi Warna, Cemerlang, SE me­nyerahkan beasiswa kepada sepuluh maha­siswa berprestasi pada UMPT-ITM tahun ajaran 2016/2017 di halaman  Kampus ITM Jalan Gedung Arca Medan.  Turut hadir,  wakil rektor,  de­kan, dan para dosen ITM.

Rektor dan ketua yayasan berharap para mahasiswa baru yang meraih beasiswa  agar jangan puas sampai disini saja, tapi terus belajar untuk mengem­bangkan ilmu pe­ngetahuan baik melalui dosen pengajar maupun buku-buku sesuai bidang dan jurusan masing-masing.

"Pemberian beasiswa bagi para mahasiswa bukan hanya sekali ini, masih banyak bea­siswa  lain yang bisa diraih  dari  negara maupun oleh perusa­haan-perusa­haan na­sional. Kun­ci hanya satu ber­prestasi,” tegas rektor.

Kepada dekan dan ketua ju­rusan, rektor mengingatkan agar melakukan pembinaan intensif kepada para mahasiswa ber­prestasi tersebut, sehingga ke depan dapat meraih prestasi lebih baik.

Mahasiswa yang mempunyai nilai tertinggi dalam tes masuk ITM akan diberi beasiswa bebas uang kuliah.

Sebelumnya Wakil Rektor III Ir Mahyuzar Masri M.Si menga­takan pihaknya merasa bangga kepada para mahasiswa yang menerima beasiswa.

Para mahasiswa  dapat me­ningkatkan kemampuannya da­lam mengikuti kuliah nanti. Dia juga memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para mahasiswa yang telah memilih ITM sebagai tempat menimba ilmu.

Pihaknya berharap agar dapat mengikuti pelajaran dengan ber­sungguh-sungguh sehingga akan dapat meraih hasil yang mem­banggakan.

Sementara Kahumas M Vivah­mi Manafsyah SH MSi me­nga­takan, pemberian beasiswa bagi mahasiswa  baru yang ber­prestasi ini merupakan kese­kiankalinya .

“Beasiswa ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi mahasiswa untuk dapat belajar lebih baik,” katanya

Vivahmi mengharapkan agar calon mahasiswa baru yang lulus dan sudah mendaftar ulang dapat kiranya mengikuti kegiatan pe­ngenalan akademik selama sehari penuh.

“Kegiatan ini akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa baru untuk lebih mendekatkan diri dengan civitas akademikanya,” tambahnya. (bardansyah)

Rektor ITM: Perguruan Tinggi Berkualitas Diseleksi Alam


Desember 7, 2015 - Medan
MEDAN (Berita): Rektor ITM Dr Ir Mahrizal Masri MT mengatakan, pemerintah sekarang melepas institusi perguruan tinggi ke “alam bebas”. Perguruan tinggi yang sehat dan berkualitas dipastikan akan bertahan, sebaliknya akan punah dengan sendirinya.
“Seleksi alam akan bicara terhadap masa depan perguruan tinggi. Artinya masyarakat akan ikut menentukan masa depan sebuah perguruan tinggi,” kata Dr Mahrizal, kemarin, pada wisuda sarjana ITM di Selecta Building Medan.
Dia mengatakan, ITM tetap berjalan berdasarkan rambu-rambu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam hal ini Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.“Kami terus berbenah meningkatkan mutu baik manajemen maupun kurikulum KKNI, “ tegasnya.
Dia juga menegaskan, minat dan bakat mahasiswa dalam bidang akademik dan non-akademik terus dikembangkan. ”Mahasiswa yang memperoleh kompetensi tinggi di bidang tertentu akan dikeluarkan surat keterangan pendamping ijazahnya,” ujarnya.

Rektor meyakini, persaingan ke depan semakin sengit. Untuk itu, ITM telah menyiapkan strategi khusus menghadapi tantangan dan rintangan tersebut. Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Dwiwarna Medan, Cemerlang SE mengatakan Indonesia akan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
Dia melihat arus globalisasi menjadi bagian dari dinamika kehidupan ekonomi, sosial, politik, dan budaya masyarakat dunia semakin menyeret masyarakat global pada persaingan yang ketat. Semua itu sebagai imbas keterbukaan.
"Dampak dari arus globalisasi ini pun menjangkiti masyarakat Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN untuk semakin saling membuka diri yang diimplementasikan dalam berbagai bentuk kerja sama. Terutama dalam bidang ekonomi," tuturnya.
Menurutnya bentuk kerja sama antar anggota ASEAN yang terbaru adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN. Untuk itu, generasi muda secara persuasif dituntun menjadi individu memiliki skill kompetitif agar mampu berkontribusi ketika MEA sudah mulai berjalan.
"MEA merupakan pintu bagi setiap negara di kawasan Asia Tenggara menempatkan tenaga kerja yang dimilikinya untuk bekerja di negara tetangga, sesama anggota ASEAN," ucapnya.
Artinya, kata dia, siap tidak siap, Indonesia pun harus membuka pintu bagi warga negara asing yang merupakan anggota ASEAN untuk bekerja di dalam negeri. Karena itu, ITM telah membekali lulusanya dengan keterampilan. Salah satunya membekali mereka bahasa terutama bahasa Inggris.”Kami tidak mau lulusan kami menjadi penonton di negeri sendiri atau menjadi pekerja buruh kasar yang dikomandoi pekerja asing,” sebut Cemerlang.
Dia mengatakan, ITM telah mengantar para wisudawan ke gerbang pintu dunia kerja dengan dibekali kompetensi hardskill dan sedikit softskill dalam teknik masing-masing prodi. Diharapkan mereka terus melakukan inovasi sesuai dengan tuntutan dunia kerja yang akan berlaku pada pasar bebas tersebut.

Kopertis Minta Mahasiswa ITM Manfaatkan Peluang

Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto, MPd, Ph.D mengharapkan agar mahasiswa dan alumni Institut Teknologi Medan (ITM) memanfaatkan peluang dengan sebaik-baiknya, mengingat kondisi PTS ini berada dalam kondisi yang sehat.
Sebagaimana diketahui masih banyaknya jumlah perguruan tinggi swasta (PTS) yang bermasalah dan dianggap belum sehat, maka Kopertis mengimbau kepada seluruh pengurus yayasan dan pimpinan ITM supaya taat azas dan aturan hukum senantiasa mengupayakan kedepannya menjadi PTS sehat.
Apalagi tambah Dian, ITM termasuk PTS di Sumut yang mendapatkan dana hibah penelitian, yakni 1 dari 4 institut yang melakukan penelitian 9 judul dan memperoleh dana hibah penelitian berkisar Rp 454 juta.
Untuk itu, Kopertis selaku perpanjangan tangan pemerintah pusat melalui Kemenristek Dikti selaku kordinator pengawasan, pengendalian dan pembinaan (wasdalbin) PTS di wilayah Sumatera Utara mengingatkan agar ITM tetap memberikan kualitas pendidikan tinggi bermutu bagi mahasiswa dan lulusannya.
Dian menjelaskan, kriteria PTS sehat itu adalah, badan penyelenggara terdaftar dan tercatat di Kemenkumham, tidak konflik baik badan penyelenggara maupun pimpinan PTS-nya. PTS dan program studi (prodi) memiliki ijin operasional dari Dikti, PTS dan prodinya juga terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), mahasiswa dan dosen terdaftar di pangkalan data (PD) Dikti.
Selanjutnya, PTS itu memiliki dosen tetap (PNS Dpk atau dosen yayasan) minimal 6 orang berkualifikasi S2 dari prodi linier atau serumpun, rasio dosen dan mahasiswa untuk prodi eksakta 1 : 30 dan prodi sosial 1 : 45 dan memiliki rencana strategis (renstra) dan statuta perguruan tinggi.
PTS sehat juga tidak menyelenggarakan kegiatan pembelajaran dalam suatu program studi tanda izin dari Kemenristek Dikti termasuk kelas jauh, tidak menyelenggarakan kegiatan pembelajaran berupa tatap muka lebih dari 9 jam per hari dan perkuliahan di hari Minggu dan melaksanakan KKNI sesuai Permendikbud No 73/2013, SNPT (Permendikbud No 49/2014) dan SPMI (UU No 12/2012) tentang pendidikan tinggi.
Rektor ITM Mahrizal Masri menyambut positif dan mendukung Kopertis Wilayah I Sumut khususnya bagi ITM agar kedepannya tetap memperhatikan PTS sehat, sehingga para lulusan ITM diterima di masyarakat, pasar kerja nasional dan internasional.(aje)

ITM Tampil Di Lomba Robotik Kopertis

Written By Unknown on Selasa, 08 Desember 2015 | 00.54

Desember 7, 2015 - Medan

MEDAN (Berita): Institut Teknologi Medan (ITM) mengirimkan dua timnya mengikuti lomba memprogram robotik antar Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se Sumut. Lomba itu digelar Kopertis Wilayah I Sumut 28 Nopember – 3 Desember 2015 di halaman kantor Kopertis Jalan Setia Budi Medan. Kepala Biro Kemahasiswaan ITM Drs Safrawali MA menyebutkan, kedua tim robotik ITM yang bertarung di even ini dibagi kepada kategori A dan kategori B.
"Satu tim terdiri-dari tiga orang mahasiswa, Jadi ada 6 orang mahasiswa ITM yang tampil di ajang yang baru pertama kali diikuti mahasiswa kita," katanya di kampus ITM Jalan Gedung Arca Medan, Senin (7/12).
Dia berharap lomba robotik antar perguruan tinggi swasta ini menjadikan mahasiswa mampu membangun semangat kompetisi dengan PTS lainnya. Selain itu melalui lomba ini juga mendorong mahasiswa lebih kreatif dalam mendesain dan memprogram robotik. "Kita berharap, dua Tim ITM yang berpartisipasi dapat meraih prestasi yang membanggakan bagi ITM dan khususnya bagi jurusan," ujarnya.
Sementara itu, pendamping tim ITM Fadlin S Kom mengatakan lomba program robotik yang diadakan kopertis wilayah I Sumut ini, diikuti sebanyak 18 perguruan tinggi (PT) dan lembaga pendidikan. "ITM mengirimkan dua tim," katanya.
Dia menyebutkan, pengumuman hasil daripada lomba robotik tersebut diumumkan Kamis (3/12), namun ditunda menjadi 10 Desember 2015. "Penundaan ini disebabkan belum siapnya semua peralatan dalam memprogram robotik oleh panitia," ungkapnya. (aje)

PAITM dan ITM semakin Merapat

Written By Unknown on Selasa, 01 Desember 2015 | 11.17

Sesuatu yang direncanakan dengan baik dan didasari dengan tujuan mulia,sebagai umat ber-Agama, kita percaya semua prosesnya akan berjalan dengan baik dan Penuh dengan keyakinan Hasilnya juga akan sangat baik. Dasar pemikiran untuk pembentukan PAITM adalah berawal dari ide dan niat baik dari segelintir alumni ITM yang berhati baik yang sudah mengabdikan dirinya ke dunia nyata selama bertahun-tahun. Tanpa disadari, mereka sudah hampir lupa dengan almamaternya yaitu ITM yang telah menetaskan mereka menjadi sarjana-sarjana terbaik dari Sumatera Utara. Komunikasi,pertemuan, dan sharing sesama alumni kembali mengingatkan masa lalu mereka semasa menimba ilmu kesarjanaannya di ITM. Dengan tujuan mulia, untuk mempersatukan alumni ITM maka ide untuk membentuk sebuah organisasi besar muncul dan dengan kesepakatan penuh diberi nama Paguyuban Alumni Institut Teknologi medan yang disingkat dengan PAITM. Dukungan begitu derasnya mengalir dari para alumni yang ternyata sudah sangat lama merindukan organisasi seperti ini.

Langkah pertama yang dilakukan adalah sosialisasi dengan pihak almamater ITM dan diluar dugaan, ITM juga menunjukkan respon yang sangat luar biasa.

Pertemuan Resmi PAITM dengan ITM pun dilaksanakan pada Jumat, 27 November 2015 di Ruang Kampus ITM, pukul 19-22 WIB, tepat satu hari sebelum acara SIDANG TERBUKA SENAT ITM dengan acara tunggalnya WISUDA SARJANA PERIODE 50, yang dilaksanakan Sabtu, 28 November 2015.

Adapun materi Pertemuan tersebut adalah :
  • Temu kenal dan Silaturahmi paitm dengan Rektorat/ Dosen ITM 
  • Sharing tentang ALUMNI ITM di dunia lapangan pekerjaan 
  • Sosialisasi terbentuknya PAGUYUBAN ALUMNI ITM yang telah dibentuk resmi dengan pengurus-pengurus KSB-nya di 3 Wilayah (Sumut, Riau & Jabodetabek/Banten/Bandung).

WISUDA SARJANA ITM Periode ke 50

Sabtu, 28 November 2015 Institut Teknologi Medan (ITM) kembali menunjukkan eksistensinya untuk mencetak sarjana-sarjana berkualitas tinggi khususnya sarjana teknik (ST). SENAT INSTITUT TEKNOLOGI MEDAN melaksanakan SIDANG TERBUKA dengan acara tunggal yaitu WISUDA SARJANA PERIODE 50.

Ini adalah catatan sejarah bagi para alumni ITM. Disaat sedang terjadinya proses pembentukan organisasi alumni ITM yang akan dinamakan dengan nama PAITM, Paguyuban Alumni Institut Teknologi Medan, acara wisuda ini terlaksana di ITM. Kita para alumni patut berbangga, dukungan penuh dari ITM telah ditunjukkan dengan mengundang para alumni dalam acara tersebut. Tidak hanya sebagai undangan, akan tetapi sebuah kehormatan yang tak ternilai harganya, bahwa pada acara tersebut ITM memberikan kesempatan untuk alumni ITM untuk berdiri di depan panggung yang sangat megah dan sakral untuk menyampaikan kata sambutan dari Alumni ITM.


Ir.Tarmiji M.T, tidak menyia-nyiakan penghargaan ini. Beliau sebagai senior kita, jebolan Teknik Mesin ITM angkatan 77 ini, langsung memberikan kata sambutan dan memberikan motivasi kepada alumni ITM yang baru agar mereka percaya diri untuk berkarya di masyarakat.

Tidak hanya itu, para Alumni yang hadir saat itu juga bersilaturami dengan jajaran Fungsionaris ITM: 
  • Ketua Yayasan (Cemerlang S.E.), 
  • Rektor Dr. Ir. Mahrizal M.T,. 
  • Pembantu Rektor PR 4 Ir. Mustafa M.T,. 
  • PR1, 
  • dan beberapa Dosen ITM 

Pada kesempatan ini, utusan alumni mensosialisasikan pendirian organisasi alumni ITM yang bernama (PAITM), serta mengadakan diskusi dan dialog dengan Fungsionaris ITM (Ketua Yayasan, Rektor, PR, Dosen) untuk saling berbagi pengalaman bagaimana meningkatkan kualitas alumni ITM sehingga bisa bersaing dengan alumni Perguruan Tinggi lain nya





Acara wisuda ini telah dihadiri perwakilan-perwakilan PAITM daerah :

1.       Paitm SUMUT (Ir. Yesdiani, Mayor,. Ir. Jetro Sirait, Ir. Pintor Sibuea dan beberapa alumni lain nya)
2.       Paitm RIAU (Ir. Zulfikar, Ir. Masfar, Ir. Tarmiji M.T,. Ir. Bukhari, Ir. Ferdinan)
3.       Paitm PALEMBANG (Ir. Yudi Pasaribu)
4.       Paitm DKI Jakarta, Banten, Bandung (Ir. Sopar Butarbutar, Budi Adi Dharma Siregar,ST)



REKTOR ITM Dr. Ir. Mahrizal M.T,. memberikan plakat sebagai kenang kenangan kepada PAITM setelah selesai memberikan sambutan/ motivasi ke alumni yg baru dilantik dan diterima perwakilan PAITM yaitu Ir. Tarmiji M.T,. Alumni Mesin-77

Rektor ITM Dr. Ir, Mahrizal M.T,. menjelaskan perkembagan ITM dan program kedepan nya sehingga ITM bisa setara dengan Perguruan Tinggi ternama

Berita Sebelum Acara Wisuda

4 Konsulat Asing Akan Hadiri Wisuda ITM

Sebanyak empat konsulat asing di Medan di undang menghadiri pelaksanaan wisuda sarjana Institut Teknologi Medan (ITM) periode ke II tahun 2015 di Convention Hall Selecta Hotel Jalan Listrik Medan, Sabtu (28/11).

Keempat konsulat asing tersebut, Konsulat Malaysia, Jepang, India dan Konsulat Turki. Demikian dikatakan Kahumas ITM M H Vivahmi Manafsah SH MSi kepada wartawan di kampus ITM Jalan Gedung Arca Medan, Kamis (26/11).

Selain itu juga, wisuda ITM akan dihadiri 4 perusahaan yang telah menjalin kerjasama dengan ITM, yakni PT Musim Mas, PT Baja Deli, PT Mujur Timber dan PT Matahari Kahuripan.  

Lebih lanjut Vivahmi mengatakan, wisuda ITM juga diundang SKPD, Plt Walikota Binjai, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Sumut, Kopertis Wilayah I Sumut dan lain-lain. Juga dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Dwi Warna Cemerlang SE.

Wisuda sarjana ITM periode ke 2 tahun 2015, berjumlah 420 orang berasal dari tiga fakultas dengan 10 jurusan. ke sepuluh jurusan tersebut,  jurusan teknik mesin, jurusan teknik sipil, jurusan teknik arsitektur, jurusan teknik industri,jurusan teknik elektro, jurusan teknik informatika.jurusan teknik pertambangan, jurusan teknik geologi, jurusan teknik perencanaan wilayah,

Sedangkan tiga Fakultas, Fakultas Teknologi Industri FTI), Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP)  dan Fakultas Teknologi Mineral (FTM).

Sesuai visi misinya, ITM dalam penyelenggaraan pendidikan Teknik yang unggul bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa mandiri berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi, berkemampuan akademik, profesional, berwawasan luas, memiliki jiwa wirausaha yang berlandaskan pada iman dan taqwa.

Disamping itu untuk memenuhi dan mengantisipasi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) bagi industri kecil, menengah dan besar serta kemungkinan studi lanjut ke jenjang pendidikan S2 maupun S3 dan untuk menghasilkan lulusan berkualitas telah mampu berdaya saing secara kompetitif.

ITM adalah salah satu perguruan tinggi yang konsisten bergerak di bidang keahlian teknik untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli dalam bidang pembangunan, diharapkan para alumni dengan disiplin ilmu dan fasilitas yang dimilikinya akan dapat berperan dalam pengelolaan sumber daya mineral

Permi Komnas ITM Gelar Seminar Nasional

Written By Unknown on Kamis, 26 November 2015 | 11.29


November 25, 2015 - Medan
MEDAN (Berita): Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional (Permi Komnas) Institut Teknologi Medan (ITM) menggelar gelar seminar nasional dan kuliah umum di kampus Jalan Gedung Arca Medan, kemarin.
Seminar bertema “Peranan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi (IT) Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) menghadirkan narasumber staf ahli Kemkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa Dr Henry Subiakto SH MA, dan Deputi dan Direktur Student Affair Ristek Dikti Dr Widyo Winarso.
Dr Widyo Winarso menyebutkan berdasarkan hasil survey berdasarkan daya saing di dunia tahun 2015, Indonesia memiliki peringkat persaingan di peringkat 37. Sementara untuk Asean Indonesia menduduki peringkat 4. "Oleh sebab itu dalam menghadapi MEA kita berupaya untuk mensetarakan level pendidikan kita dengan negara lain di Asean," ujarnya.
Menurutnya, MEA dibentuk bukan untuk bersaing, tapi untuk mempersatukan kekuatan negara-negara Asean untuk menghadapi negara-negara besar seperti Jepang, Cina maupun Korsel. Pasalnya, kalau menghadapi sendiri negara-negara Asean sudah pasti tidak akan sanggup oleh sebab itu dibentuklah MEA.
Disebutkannya, mulai 31 Desember 2015 atau tepatnya pada tanggal 1 Januari 2016, praktis MEA sudah berjalan. Sebab itu inflikasi di bidang pendidikan bagaimana membuat perguruan tinggi di Asean terintegrasi terpadu yaitu mempunyai program yang sama.
“Di tahun 2016 nanti mahasiswa di negara ASEAN yang telah lulus dari pendidikan tinggi, harus dibekali dengan sertifikasi. Jadi begitu tamat tidak hanya menerima ijazah tapi juga sudah diketahui apa keahlian yang dikuasainya melalui sertifikasi tersebut,” tegasnya.
Seminar nasional dibuka Rektor ITM Dr Ir Mahrizal Masri MT, yang berharap peserta seminar dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh. Seminar dihadiri Wakil Rektor I Ir Hermansyah Alam MT, MM, Ketua Jurusan Abdullah Muhazir ST.M.Kom, dan undangan lainnya.
Sementara itu Ketua Umum Permi Komnas Rabbyul Awal Amrullah didampingi Ketua Panitia Rodeardo Sinaga mengatakan kegiatan seminar dilaksanakan dalam rangkaian Munas Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional. (aje)

BPBD – PMII ITM Seminarkan Siaga Bencana Alam


November 25, 2015 - Medan
MEDAN (Berita): Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan menggandeng Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMMI) Komisariat Institut Teknologi Medan (ITM) menggelar seminar siaga bencana alam di ruang rapat kam-pus tersebut, Sabtu (21/11) kemarin.
Seminar dibuka Rektor ITM Dr Mahrizal Masri MT menghadirkan pembicara Kepala Kantor Diklat Kota Medan Fahruddin Harahap SH MAP, pemerhati kebencanaan Dr Hamzah Lubis SH MSi, dan Pusat Bencana dan Kebencanaan ITM Dr Ir H Said Muzambiq MSi.
Menurut Rektor ITM, seminar bencana alam yang diselenggarakan PMII ITM dan BPBD Kota Medan memiliki arti penting untuk menambah wawasan pengetahuan mahasiswa sejak dini mengenai kebencaan alam yang kapan saja bisa terjadi.
Diungkapkannya, Pulau Sumatera umumnya dan Sumatera Utara khususnya, termasuk daerah rawan bencana alam, misalnya gempa bumi dan gunung meletus. Untuk itu mahasiswa ITM harus memahami betul bagaimana cara menghadapi dan menyelamatkan diri serta tidak panik disaat terjadinya bencana.
Kepada PMII dan BPBD Kota Medan, Rektor memberikan apresiasi dan mendukung pelaksanaan seminar ini. Dia juga mengharapkan hasil seminar ini bisa dijadikan sebagai bahan masu¬kan bagi pemerintahan Kota Medan dan Propinsi Sumatera Utara.
Kepala Kantor Diklat Kota Medan, Fahruddin Harahap, mengatakan dengan seminar ini diharapkan mahasiswa akan lebih sadar lagi dan peduli bencana. Menurutnya kesiapsiagaan itu penting karena korban bencana akibat mereka yang panik dan tidak siap menghadapinya. Untuk itu mahasiswa dituntut untuk terus berprestasi dan bersinergi dengan berbagai lembaga.
“Melalui kegiatan ini hendaknya juga mampu menum¬buhkan semangat dan rasa peduli mahasiswa terhadap sesama untuk saling peduli dan membantu orang lain yang sedang terkena bencana,” katanya.
Sementara itu, pemerhati kebencanaan ITM, Dr Hamzah Lubis mengatakan ITM merupakan perguruan tinggi di Sumatera Utara yang memiliki jurusan geologi, karena itu, dia mengharapkan Pemko/Pemkab di Sumatera Utara agar memanfaatkan tenaga ahli di bidang kebencanaan ini.
“Sudah seharusnya dosen-dosen geologi ITM ditempatkan sebagai ahli di Pemko/Pemkab untuk memberikan masukan mengenai kebencaan alam tersebut,” katanya Said Muzambiq dari Pusat Bencana dan Kebencanaan ITM mengatakan, sudah saatnya pemerintah daerah melakukan sosiasialisasi kepada para warga lokasi yang rawan bencana alam dan juga pemerintah harus melakukan mapping penataan.(aje)

MEA Dibentuk untuk Satukan Kekuatan Ekonomi Asean

Written By Unknown on Selasa, 24 November 2015 | 07.39

POJOKSATU.id, MEDAN- Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional (Permi Komnas) Institut Teknologi Medan (ITM) menggelar gelar seminar nasional dan kuliah umum dengan thema “Peranan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi (IT) Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), di kampus Jalan Gedung Arca Medan, Senin (16/11/2015) kemarin.

Seminar nasional dan kuliah umum menghadirkan nara sumber Dr Henry Subiakto SH MA, staf ahli Kemkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa dan Dr Widyo Winarso, Deputi dan Direktur Student Affair Ristek Dikti.

Dr Widyo Winarso dalam kesempatan tersebut mengatakan sangat mengapresiasi para panitia dan peserta hingga sampai disini dan mendukung kegiatan ini hingga dapat berjalan dengan baik dan sukses.

Dia menyebutkan berdasarkan hasil survey daya saing di dunia tahun 2015 Indonesia memiliki peringkat persaingan di peringkat 37, sementara untuk Asean Indonesia menduduki peringkat 4. Oleh sebab itu dalam menghadapi MEA kita berupaya untuk mensetarakan level pendidikan kita dengan negara lain di Asean.

“MEA dibentuk bukan untuk bersaing, tapi untuk mempersatukan kekuatan negara-negara Asean untuk menghadapi negara-negara besar seperti Jepang, Cina maupun Korsel. Karena kalau menghadapi sendiri negara-negara Asean sudah pasti tidak akan sanggup oleh sebab itu dibentuklah MEA,” sebutnya.

Disebutkannya, mulai 31 Desember 2015 atau tepatnya pada tanggal 1 Januari 2016, praktis MEA sudah berjalan oleh sebab itu inflikasi di bidang pendidikan bagaimana membuat perguruan tinggi di Asean terintegrasi terpadu yaitu mempunyai program yang sama.

“Di tahun 2016 nanti mahasiswa di Asean yang telah lulus dari pendidikan tinggi, hraus dibekali dengan sertifikasi. Jadi begitu tamat tidak hanya menerima ijazah tapi juga sudah diketahui apa keahlian yang dikuasainya melalui sertifikasi tersebut,” tegasnya.

Seminar nasional dibuka oleh Rektor ITM Dr Ir Mahrizal Masri MT, yang dalam kesempatan tersebut berharap agar para peserta seminar dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh sehingga kelak dapat menjadi bekal dalam menghadapi MEA yang sudah di ambang pintu. (sah/sdf)

Penjaminan Mutu ITM Untuk Daya Saing Lulusan

MEDAN (Berita): Penjaminan mutu sudah ada di ITM tiga tahun lalu yang tugasnya mengawasi program kerja di setiap program studi/jurusan. Artinya, penjaminan mutu perguruan tinggi adalah terjaminnya mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi baik pada masukan, proses, maupun keluaran lulusan.
Rektor Institut Teknologi Medan (ITM) Dr Mahrizal Masri MT menjelaskan penjaminan mutu perguruan tinggi adalah proses perencanaan, pemenuhan, pengendalian, dan pengembangan standar pendidikan tinggi secara konsisten dan berkelanjutan. "Dengan demikian pemangku kepentingan (stakeholders) internal dan eksternal memperoleh kepuasan atas kinerja dan keluaran perguruan tinggi," katanya.
Menurutnya kegiatan penjaminan mutu ini merupakan perwujudan akuntabilitas dan transparansi perguruan tinggi. Kewajiban perguruan tinggi melaksanakan penjaminan mutu dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, diatur dalam peraturan perundang-undangan yaitu Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 51 ayat (2) dan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Pasal 91 ayat (1), ayat (2), ayat (3) PP No. 19 tahun 2005.
Selain itu terdapat pula Peraturan Pemerintah No. 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Pasal 96 ayat (7) PP No. 17 tahun 2010 yang mengatur bahwa perguruan tinggi melakukan program penjaminan mutu secara internal, sedangkan penjaminan mutu eksternal dilakukan secara berkala oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) atau lembaga mandiri lain yang diberi kewenangan oleh Menteri.
Menurutnya, kualitas luaran pendidikan tinggi dinyatakan sebagai daya saing luaran tersebut dalam memperoleh pengakuan dunia ilmu pengetahuan di tingkat internasional. Kualitas ini antara lain ditandai dengan kemampuan untuk menembus publikasi di jurnal internasional, kemampuan lulusan untuk bersaing di arena global dan kemampuan untuk memenangkan penghargaan akademik di tingkat internasional dan lainnya.
Program pendidikan tinggi yang relevan dan berkualitas ditandai dengan kemampuan lulusan untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja, menciptakan lapangan kerja baru, atau mengembangkan ilmu pengetahuan sesuai dengan perkembangan pengetahuan global.
“Lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, teknologi atau seni pada bidang tertentu, tetapi juga menguasai ketrampilan tambahan seperti, kemampuan berkomunikasi secara efektif, kemampuan berfikir logis, kemampuan belajar dan kemampuan tambahan disebut soft skills,” jelasnya. (aje)

PT Mujur Timber Dibanjiri Alumni ITM


MEDAN (Berita): Seleksi penerimaan karyawan di PT Mujur Timber mendapat perhatian yang cukup besar dari alumni Institut Teknologi Medan (ITM). Ini dapat dilihat dari tingginya minat para alumni untuk mendaftar dan mengikuti test perusahaan itu. Pendaftaran digelar di ruangan wakil rektor IV ITM Jalan Gedung Arca Medan.
"Sejak dibukanya pendaftaran seleksi penerimaan karyawan di PT Mujur Timber, setiap harinya ada saja alumni yang datang untuk menanyakan pembukaan lowongan kerja," ungkap staf Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama Ir Zulkifli.
Dia menyebutkan, pelamar yang mengikuti seleksi penerimaan karyawan di PT Mujur Timber berjumlah 37 orang. "Kemungkinan peserta yang mendaftar bisa bertambah mengingat masih panjangnya tenggang waktu penerimaan dibuka. Kita masih menunggu kepastian dari pihak PT Mujur Timber tentang batas akhir penutupannya," ujarnya.
Dia mengatakan, seleksi penerimaan karyawan di PT Mujur Timber memang dilakukan di Medan. Namun sebelum dilakukan seleksi, seluruh berkas peserta akan dikirimkan kepada pihak perusahaan untuk dilakukan pengecekan terlebih dahulu.
"Mudah-mudahan syarat yang telah dilengkapi para pelamar tidak ada masalah, sehingga mereka bisa mengikuti seleksi dengan baik dan lancar. Para alumni akhirnya dapat diterima sebagai karyawan di perusahaan yang bergerak di dalam pembuatan triplek ini," ungkapnya.
Dia berharap dengan adanya penerimaan seleksi karyawan di PT Mujur Timber ini, akan diikuti oleh perusahaan-perusahaan yang ada di Sumatera Utara maupun diluar Sumatera. Dia menyakini alumni ITM memiliki skiil yang handal dalam bidangnya .
Ditempat terpisah, Kahumas ITM M Vivahmi Manafsah SH MSi mengapresiasi pihak PT Mujur Timber dengan melakukan seleksi masuk karyawan bagi para alumni ITM. "Saya harap alumni ITM memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, karena ini hanya sekali datangnya," tuturnya.
Dengan adanya penerimaan seleksi karyawan di PT Mujur Timber nantinya akan terjalin kerjasama antara ITM dengan PT Mujur Timber terutama yang berkaitan dengan penerimaan karyawan. Apalagi seleksi penerimaan karyawan di PT Mujur Timber kali pertama diadakan di ITM.
Vivahmi menyebutkan ITM kini telah menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan -perusahaan yang ada di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para mahasiswa dan alumni ITM untuk melaukan pengabdian masyarakat berupa Kuliah kerja Nyata (KKN) dan juga membuka kesempatan bekerja bagi alumni ITM.(aje)
 
Support : ITM | PAITM | Paguyuban Alumni ITM
Copyright © 2015. PAITM - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger