DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA, 17 AGUSTUS 1945-17 AGUSTUS 2016
Selamat, atas Launcing WEBSITE RESMI PERKUMPULAN ALUMNI INSTITUT TEKNOLOGI MEDAN, PAITM. Visit : http://pa-itm.com

KETUA UMUM PA-ITM PERIODE 2016-2019

Diberdayakan oleh Blogger.
Berita Terbaru
Tampilkan postingan dengan label Dosen ITM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dosen ITM. Tampilkan semua postingan

Sekjur Teknik Geologi ITM Juara III Dosen Berprestasi Tingkat Kopertis

Written By Unknown on Kamis, 01 September 2016 | 08.17

MEDAN ketikberita.com - Dr Ir Said Muzambiq Msi dosen Institut Teknologi Medan (ITM) yang kini menjabat Sekretaris Jurusan Teknik Geologi berhasil meraih juara III dosen berprestasi tingkat Kopertis Wilayah I Sumatera Utara tahun 2016.

Penyerahan hadiah dan cenderamata dilakukan langsung oleh Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto MA selaku pembina Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 tahun 2016  yang dilaksanakan dilingkungan Kopertis Wilayah I Sumut Jalan Setia Budi Pasar I Medan, baru ini.

Untuk juara I diberikan kepada Junita Batubara, S.Sn, M.Sn, P.hD dari Universitas Nommensen Medan, Juara II Hartono, S.Kom, M.kom dari STMIK IBBI Medan dan Juara III Dr. Ir. Said Musambiq, M.Si dari Institut Teknologi Medan.

Sedangkan, juara Harapan I Donald Nababan, S. KM, M.Kes dari Stikes Sumut, Harapan II Dr. Masdaniah Zurairah Siregar dari Universitas AL-Azhar Medan, Harapan III Dr. Ramlan, SH, M.Hum dari Universitas Muhammadyah Sumatera Utara.

Mengutip amanat pidato Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof  M Nasir, Koordinator Kopertis mengatakan, Indonesia Kerja Nyata di usianya ke 71 tahun Indonesia merdeka merupakan rahmat yang tak ternilai harganya dari Allah SWT.

Kesadaran inilah yang mendasari pencanangan Gerakan Nasional Indonesia Kerja Nyata yang telah dicanangkan tahun 2016 sebagai Tahun Inovasi.  Diharapkan melalui pencanangan ini, ekonomi berbasis pengetahuan dapat segera diwujudkan.

“Marilah kita lanjutkan cita-cita tersebut dan kita isi kemerdekaan dengan komitmen semangat untuk terus bekerja nyata dalam menumbuhkembangkan teknologi dan inovasi sebagai bekal Bangsa Indonesia mandiri dan berdaya saing di era globalisasi,” katanya.

Indonesia Kerja Nyata, sebab keknologi dan inovasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Pendidikan Tinggi memegang peranan penting untuk mempersiapkan putra-putri bangsa, generasi penerus menjadi innovator.

Sementara itu, institusi riset memegang peranan penting untuk memberikan kesempatan kepada putra-putri bangsa berkarya cipta, mempunyai inovasi, penelitian dan menjadi inovator produktif, mengingat hal itu masih sangat diperlukan oleh bangsa ini.

Ditempat terpisah, Said Muzambiq mengatakan akan terus memotivasi diri khususnya mengembangkan keilmuan, riset dan teknologi sejalan dengan menumbuhkan semangat berinovasi baik di kalangan dosen, mahasiswa dan sivitas akademika terutama di ITM.

17 Judul Penelitian Dosen ITM Menang

Written By Unknown on Jumat, 18 Maret 2016 | 10.54

Medan, (Analisa). Sebanyak 17 judul penelitian dosen Institut Teknologi Medan (ITM) dari 24 proposal yang diajukan sudah diumumkan pemenangnya melalui seleksi tahap kelima oleh Desk Evaluasi Kementerian Riset dan Tek­nologi Pendidikan Tinggi (Ke­menristek Dikti).

Kepala LPM ITM Mustafa MT didampingi Kabiro Humas Mvivah­mi Msi kepada war­tawan di kampus Jalan Gedung Arca Medan, Sabtu (19/9) menjelaskan, sebelumnya ke-17 judul penelitian dosen ITM itu diundang untuk presentasi di Hotel Madani pada 16 September 2015 yang di­i­kuti 34 PTN dan PTS di Sumut.

Ke-17 nama pemenang pene­litian dosen ITM untuk hibah bersaing diperoleh, Aazokhi Waruwu, Aja Avriana Said ST, Dr Cut Nuraini MT, Dr Said Muzambiq, Gustam Lubis ST, MT, Herlina S.Si, Msi, Ir Endang Is Retnowati MT, Ir Nurdiana MT, Ir Suratno Armayasari MT dan Ir Tarsin Saragih MT, Nyimas Yanqoritha S.Si, Msi, Rika Deni Susanti MT, Sedarta  MT, Sukmawati MT dan Surta ria Nurliana Panjaitan MT dan hibah fundamental di­raih, Kuswandi MT.

Untuk hibah bersaing dan funda­mental dosen menda­patkan dana penelitian sebesar Rp 75 juta tiap judul dan akan direalisasikan pen­cair­an dana­nya di tahun 2016.

Selain hibah bersaing dan funda­mental, sebanyak 21 judul penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga dinya­takan lolos dan diu­mumkan Oktober atau paling lambat Nopember 2015.

Dana Penelitian

Bagi penelitian pengab­dian kepa­da masyarakat ini akan memper­oleh dana penelitian sebesar Rp 50 juta tiap judul.

Mustafa juga menambahkan, dosen pemula ITM juga berhasil memenangkan 9 judul pene­litiannya sebesar Rp 15 juta tiap judulnya. Yang paling mem­banggakan kata­nya, ITM ber­hasil memenangkan hibah Program Pembinaan PTS (PP-PTS) sebesar Rp 450 juta dari Kopertis Wilayah I Sumut di tahun 2015 ini, berupa penga­daan untuk membangun unit ICT khususnya membantu ke­lancaran di Pusat Komputer (Puskom) ITM.

“Dana bantuan Dikti melalui Kopertis Wilayah I Sumut ini, ITM berada di posisi ke-5 dari 35 PTS yang lulus dari 60 kuota yang disediakan. Bantuan unit ICT ini nan­tinya bertujuan untuk me­ngem­bang­kan program e-lear­ning, e-regis­tra­tion, e-journal dan e-library,” jelasnya.

Menurutnya, total hibah ber­saing dan fundamental dan hibah PP-PTS yang dime­nangkan 17 dosen dan ITM mencapai Rp 1,6 miliar terdiri dari Rp 1,2 miliar bersumber dari 17 penelitian dosen dan Rp 450 juta dari hibah PP-PTS yang berasal dari Kopertis Wilayah I Sumut.

Mustafa memberikan apre­siasi yang tinggi kepada Ya­yasan Dwi Warna Medan yang terus men­dorong dosen me­ningkatkan kompetensinya melakukan pene­litian hibah bersaing dan fun­damental yang nantinya dipublikasikan di jurnal inter­nasional.

“Kita bersyukur dan bangga karena minat dosen ITM me­neliti sangat tinggi,” katanya. (bara)
Sumber Berita : Klik

ITM dan Alumninya bekerjasama dalam menyusun Kurikulum

Written By Unknown on Senin, 15 Februari 2016 | 06.11

Pertemuan Alumni ITM dengan Dosen Teknik Industri ITM
13 Februari 2016

Alumni diwakili oleh :
Ir.Suparno (Teknik Industri '89), Syafruddin, ST (Teknik Industri 91) dan Doni Hasibuan ST, MT (Teknik Industri 2006)
Ir.Suparno dan Doni Hasibuan ST, MT 

Materi Pertemuan :
Pembahasan penyusunan Kurikulum Jurusan Teknik Industri ITM

Tujuan :

Alumni Jurusan Teknik Industri ITM akan memiliki sertifikasi Kompetensi, agar para alumni Teknik Indutri ITM mampu berkompetisi di lapangan kerja





Catatan : Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITM, Jurusan Teknik Industri dengan status terakreditasi. Pada tahun 1985/1986 di ITM dibuka Jurusan Teknik Industri di bawah naungan Fakultas Teknologi Industri dengan Status Terdaftar berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0482/0/86 pada tanggal 19 Juli 1986.


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI ITM


VISI : " Menjadikan Jurusan Teknik Industri yang terdepan sehingga menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dalam bidang IPTEK di era globalisasi"
MISI :
  • Menyelengarakan sistem internal jurusan yang berkualitas.
  • Membangun kerjasama dengan dunia usaha, lembaga pendidikan dan masyarakat luas.
  • Memberikan pendidikan dengan kurikulum yang berorientasi ke depan untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif.
Ketua Jurusan : Ir. Sutrisno
Sekretaris        : Ir. Juarni, MT.

Teknik Industri merupakan salah satu disiplin ilmu yang kurang mendapat perhatian di negara - negara berkembang tetapi di negara - negara Industri maju. Walaupun disiplin ilmu ini masih relatif baru telah mendapat tempat terhormat sebagai ilmu yang sangat membantu dalam pemecahan masalah khususnya yang berhubungan dengan perancangan metode dan sistem dalam upaya peningkatan produktifitas dan efisiensi.

Kini bidang Teknik Industri telah berkembang jauh lebih luas dari keadaan sebelumnya yang hanya bertitik berat pada peningkatan produktifitas tenaga kerja. Ruang lingkup teknik industri telah mencangkup perancangan sistem kompleks (Complex system design) yaitu sistem industrial (Industrial System). Suatau keunikan dari disiplin ilmu teknik industri dibandingkan dengan disiplin ilmu teknik lainnya adalah luas disiplin ilmu yang mencangkup dalam pendekatan teknik industri yaitu kombinasi dasar - dasar rekayasa (engineering fundamentalis) dengan matematika, metode statistika, psikologi, sosiologi dan ekonomi dalam pembuatan rancangan industrial system complex (Ureson, W. G. 1980)

Jurusan Teknik Industri di ITM dibuka pada tahun 1985 dengan SK Mendikbud RI No. 0482/0/86, tanggal 19 Juli 1986, dan sampai Desember 2011 telah menghasilkan lulusan sebanyak 1322 alumni. Kurikulum yang digunakan mengacu pada kurikulum Nasional dan Hasil Musyawarah Badan Industri (BKSTI) dengan beban 144 SKS dengan matakuliah muatan lokal berbasis Industri perkebunan Sumatera Utara dan rekayasa rancagan bangun pabriknya.

Jurusan Teknik Industri ITM terakreditasi BAN PT sesuai SK No. 040/BAN-PT/Ak-12/S1/1/2010. Untuk mendukung perkembangan ilmu & teknologi yang cepat, jurusan Teknik Industri ITM mengadakan Kuliah Umum secara periodik dengan nara sumber Praktisi Industri maupun para pakar dan guru besar dari PTN dari Sumatera maupun dari Jawa. 




TEKNIK INDUSTRI ITM siap dalam Persaingan GLOBAL



WORKSHOP 
PENYESUAIAN KURIKULUM TEKNIK INDUSTRI
Sabtu, 20 Februari 2016

ENGINEERING-PROCUREMENT-CONSTRUCTION 
BOILER DAN BEJANA TEKAN

Peserta : Dosen Teknik Industri dan Teknik Mesin ITM

Pembicara : Ir.Suparno
(Alumni ITM'89, Direktur Teknik PT.TRIASH ARTHA DINAMIKA ABADI)


Certified :

Welding inspector B4T Bandung, EN 12952, EN 719, 729, ASME BOILER AND VESSEL ENGINEER CHENNAI, INDIA, QMS ISO SERIES PE LEAD AUDITOR LONDON

Profile

Materi Workshop dapat di download di sini (Klik untuk membuka)



ITM Taat Azas Jenjang Kepangkatan Dosen

Written By Unknown on Jumat, 29 Januari 2016 | 12.48

Januari 26, 2016 - Medan
MEDAN (Berita): Berdasarkan Peraturan Menteri, perbandingan jumlah ideal dosen dengan mahasiswa di PTS adalah 1 berbanding 30 untuk mata kuliah eksakta dan 1:45 untuk sosial. Sedangkan PTN 1:20 untuk eksakta dan 1:30 untuk ilmu sosial.
Namun masih ada perguruan tinggi yang memiliki rasio dosen dan mahasiswa lebih dari satu banding 100. Bahkan ada yang satu banding 750. Untuk itu, harus ada pengawasan demi sistem pembel¬ajaran yang lebih baik dan men¬capai rasio ideal antara jumlah dosen dan mahasiswa. Hal ini juga yang menjadi program Institut Teknologi Medan (ITM).
Rektor ITM Dr Ir Mahrizal Masri MT mengatakan, selain peningkatan sistem pembelajaran, program lainnya yang sedang dikerjakan yaitu peningkatan SDM untuk program S3 pada semua prodi.
“Demikian pula dengan kenaikan kepangkatan dosen dari Asisten ahli menjadi Lektor, Lektor menjadi Lektor Kepala dan Lektor Kepala menjadi Profesor menjadi program kita untuk pencapaian kualitas,” ungkap Mahrizal.
Mahrizal berharap, dosen ITM bisa mengikuti jurnal internasional, jika memungkinkan berindex sco¬pus. Sebab ini menjadi syarat un¬tuk meningkatkan ranking per¬guruan tinggi. Saat ini jumlah dosen tetap di ITM sebanyak 117 orang dengan rincian dosen yang bergelar S3 sebanyak 7 orang, 1 orang profesor dan yang masih dalam tahap penyelesaian program S3 sebanyak 19 orang dan selebihnya berkualifikasi S2, sedangkan 10 persen lagi masih S1 yang bukan dosen jurusan.
Dijelaskannya, pada pangkalan data perguruan tinggi (PDPT) Kemenristek dikti dengan jelas tercantum jumlah dosen se¬banyak 117, jumlah mhasiswa 5.648 dengan ratio dosen 1:48. Dari data di PDPT tersebut, ITM masuk kategori PTS sehat, sebab perbandingan ratio dosen dan mahasiswa masih kategori baik, meskipun belum ideal.
“Kami tetap memperhatikan kriteria PTS sehat seperti yang ditetapkan Kemeristek dikti dengan memenuhi ketentuan badan penyelenggara terdaftar dan tercatat di Kemenkumham, tidak konflik, terakreditasi, sehingga para lulusan bisa diterima di masyarakat, pasar kerja nasional dan internasional,” harapnya.
Dosen ITM yang mengajar sedikitnya ada 130- an. Dari jumlah tersebut diakuinya masih ada sejumlah dosen dengan kualifikasi S1. Dari 130-an dosen itu, kata Mahrizal 90 persen sudah S2. Sisanya 10 persen lagi memang ada berkualifikasi S1 dan masih mengajar dan di antaranya sedang proses S2.
Menurutnya, kebijakan pemerintah mewajibkan dosen harus S2 itu sangat baik dan pihaknya selaku perguruan tinggi swasta sangat mendukung. Hal itu penting untuk meningkatkan kualitas lulusan dari kampus tersebut. (aje)

26 Dosen ITM Kandidat Doktor

Written By Unknown on Kamis, 12 November 2015 | 10.42

KampusMedan – Medan, Menyadari betapa pentingnya pengembangan sumberdaya manusia (SDM) khususnya bagi pendidikan dosen lanjutan, Institut Teknologi Medan (ITM) sekarang ini sedang giat-giatnya mendorong staf pengajarnya untuk melanjutkan ke jenjang doktor (S-3) untuk penguatan akademik dan peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM) dosen sendiri.




“Saat ini ada 26 dosen yang sedang studi S3 dan dipastikan kemungkinan besar di tahun 2016 bakal ada yang sudah tamat dan menyandang gelar Doktor, selebihnya akan menyusul di tahun berikutnya,” kata Kabiro Humas H M Vivahmi MSi yang juga Kandidat

Doktor S3 Ilmu Studi Lingkungan di Universitas Malaysia Perlis (UniMAP) Malaysia kepada wartawan di kampus Jalan Gedung Arca Medan baru-baru ini.”Saat ini ITM berusaha mempersiapkan tenaga-tenaga handal yang sesuai kebutuhan industri berskala nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Upaya yang dilakukan ITM untuk persiapan tersebut, kata rektor, melalui jalinan kerjasama dengan pihak industri dan perguruan tinggi, baik di Indonesia maupun di luar negeri.Dia mengakui ITM telah memiliki potensi yang besar sebagai modal dalam pengembangannya. Potensi itu terletak pada sumber daya yang dimiliki, yakni staf pengajar dan prasarana yang sudah cukup memadai.

Untuk staf pengajar ITM sekarang ini yang berkualifikasi S1 hanya sedikit dan selebihnya para staf pengajar ini telah berkualifikasi S2 dan S3.Di era globalisasi dan kompetisi seperti saat ini segala hal yang diinginkan hanya dapat diperoleh dengan kualitas kemampuan intelektual tinggi serta niat dan kerja keras.

Selain itu, ITM juga terus meningkatkan penguatan sumber daya manusia (SDM) dan penguatan kurikulum, dengan tujuan para alumni siap menghadapi pasar bebas dan era globalisasi.

Menurutnya, penguatan networking atau jaringan dengan lembaga pendidikan luar negeri tersebut untuk memfasilitasi SDM ITM yang telah selesai melaksanakan pendidikan. Untuk menunjang penguatan networking, pihaknya terus melakukan pembenahan termasuk pembenahan kurikulum, yang sesuai dengan kebutuhan pasar industri dan juga menggelar berbagai seminar, bahkan ITM membangun unit bisnis.

Selain itu, kepercayaan yang diberikan masyarakat Sumatera Utara kepada ITM akan senantiasa dijunjung tinggi supaya jumlah mahasiswa akan bertambah dan kesejahteraan staf pengajar, pegawai dan lainnya juga meningkat.

Hal ini sejalan dengan program kerja sesuai visi dan misi ITM untuk menghasilkan mahasiswa dan lulusan yang berakhlakul karimah, berinovasi dan siap bersaing di pasar kerja terbuka khususnya memasuki era masyarakat ekonomi Asia (MEA).(RED/MKM)

17 Judul Penelitian Dosen ITM Menang

Written By Unknown on Rabu, 04 November 2015 | 08.59

Hibah Bersaing dan Fundamental

Medan, (Analisa). Sebanyak 17 judul penelitian dosen Institut Teknologi Medan (ITM) dari 24 proposal yang diajukan sudah diumumkan pemenangnya melalui seleksi tahap kelima oleh Desk Evaluasi Kementerian Riset dan Tek­nologi Pendidikan Tinggi (Ke­menristek Dikti).

Kepala LPM ITM Mustafa MT didampingi Kabiro Humas Mvivah­mi Msi kepada war­tawan di kampus Jalan Gedung Arca Medan, Sabtu (19/9) menjelaskan, sebelumnya ke-17 judul penelitian dosen ITM itu diundang untuk presentasi di Hotel Madani pada 16 September 2015 yang di­i­kuti 34 PTN dan PTS di Sumut.

Ke-17 nama pemenang pene­litian dosen ITM untuk hibah bersaing diperoleh, Aazokhi Waruwu, Aja Avriana Said ST, Dr Cut Nuraini MT, Dr Said Muzambiq, Gustam Lubis ST, MT, Herlina S.Si, Msi, Ir Endang Is Retnowati MT, Ir Nurdiana MT, Ir Suratno Armayasari MT dan Ir Tarsin Saragih MT, Nyimas Yanqoritha S.Si, Msi, Rika Deni Susanti MT, Sedarta  MT, Sukmawati MT dan Surta ria Nurliana Panjaitan MT dan hibah fundamental di­raih, Kuswandi MT.

Untuk hibah bersaing dan funda­mental dosen menda­patkan dana penelitian sebesar Rp 75 juta tiap judul dan akan direalisasikan pen­cair­an dana­nya di tahun 2016.

Selain hibah bersaing dan funda­mental, sebanyak 21 judul penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga dinya­takan lolos dan diu­mumkan Oktober atau paling lambat Nopember 2015.

Dana Penelitian

Bagi penelitian pengab­dian kepa­da masyarakat ini akan memper­oleh dana penelitian sebesar Rp 50 juta tiap judul.

Mustafa juga menambahkan, dosen pemula ITM juga berhasil memenangkan 9 judul pene­litiannya sebesar Rp 15 juta tiap judulnya. Yang paling mem­banggakan kata­nya, ITM ber­hasil memenangkan hibah Program Pembinaan PTS (PP-PTS) sebesar Rp 450 juta dari Kopertis Wilayah I Sumut di tahun 2015 ini, berupa penga­daan untuk membangun unit ICT khususnya membantu ke­lancaran di Pusat Komputer (Puskom) ITM.

“Dana bantuan Dikti melalui Kopertis Wilayah I Sumut ini, ITM berada di posisi ke-5 dari 35 PTS yang lulus dari 60 kuota yang disediakan. Bantuan unit ICT ini nan­tinya bertujuan untuk me­ngem­bang­kan program e-lear­ning, e-regis­tra­tion, e-journal dan e-library,” jelasnya.

Menurutnya, total hibah ber­saing dan fundamental dan hibah PP-PTS yang dime­nangkan 17 dosen dan ITM mencapai Rp 1,6 miliar terdiri dari Rp 1,2 miliar bersumber dari 17 penelitian dosen dan Rp 450 juta dari hibah PP-PTS yang berasal dari Kopertis Wilayah I Sumut.

Mustafa memberikan apre­siasi yang tinggi kepada Ya­yasan Dwi Warna Medan yang terus men­dorong dosen me­ningkatkan kompetensinya melakukan pene­litian hibah bersaing dan fun­damental yang nantinya dipublikasikan di jurnal inter­nasional.

“Kita bersyukur dan bangga karena minat dosen ITM me­neliti sangat tinggi,” katanya. (bara)

Ribuan Dosen Masih S-1

MEDAN - Desember 2015 merupakan batas akhir kualifikasi dosen bergelar sarjana strata satu (S-1) bisa mengajar program studi (prodi) S-1. Namun, ribuan dosen perguruan tinggi swasta (PTS) di wilayah Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah I Sumut masih bergelar S-1. 

Berdasarkan dari Kopertis Wilayah I Sumut, hingga Juni 2015 masih tercatat 3.245 dosen dari 8.591 dosen PTS secara keseluruhan, yang masih bergelar S-1. Padahal, Undang-Undang (UU) No 14/2005 tentang Guru dan Dosen sudah mewajibkan seorang dosen berpendidikan strata dua (S-2). 

“Ketentuan itu akan diberlakukan pada 2016 dan waktu itu hanya tersisa tiga bulan lagi. Jadi, kami minta agar pimpinan perguruan tinggi swasta mencermati dan menindaklanjuti peraturan tersebut,” ujar Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto kemarin. 

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 37/2009 tentang Dosen sudah secara tegas disebutkan bahwa batas waktu kualifikasi minimal dosen jatuh pada Desember 2015 atau 10 tahun setelah UU No 14/2005 dikeluarkan. Untuk itu, Dian berharap semua PTS segera menaatinya. Jika tidak, dosen yang bersangkutan tidak akan bisa lagi mengajar. 

Mereka cuma boleh bekerja di bagian administrasi akademik. Sementara itu, guna menindaklanjuti peraturan tersebut, Institut Teknologi Medan (ITM) saat ini cukup giat mendorong staf pengajarnya melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktor (S-3). 

“Upaya itu kami lakukan untuk penguatan akademik dan peningkatan kualitas SDM dosen sesuai peraturan yang ditetapkan pemerintah,” kata Kepala Biro Humas ITM M Vivahmi. Vahmi yang juga kandidat doktor ilmu studi lingkungan di Universitas Malaysia Perlis (Unimap) Malaysia ini menyebutkan, saat ini ada 26 dosen ITM yang sedang studi S-3 dan dipastikan pada 2016 sudah menyandang gelar doktor. 

“ITM berusaha mempersiapkan tenaga-tenaga andal yang sesuai kebutuhan industri berskala nasional maupun internasional. Upaya itu dilakukan melalui jalinan kerja sama dengan pihak industri dan perguruan tinggi, baik di Indonesia maupun di luar negeri,” ucapnya. Dia menambahkan, ITM memiliki potensi yang besar sebagai modal dalam pengembangan akademik. 

Potensi itu terletak pada sumber daya yang dimiliki, yakni staf pengajar dan prasarana yang memadai. Untuk staf pengajar, dia mengklaim di ITM sekarang ini sudah lebih dominan berkualifikasi S- 2 dan S-3. “Tentunya sesuai ketentuan, pada 2016 tidak ada lagi dosen di ITM yang masih S-1, paling tidak harus S-2 dan kami akan mematuhi dan melaksanakannya,” tandasnya. 

Menurut dia, pada era globalisasi dan kompetisi seperti saat ini, segala hal yang diinginkan hanya dapat diperoleh dengan kualitas kemampuan intelektual tinggi serta niat dan kerja keras. Karena itu, ITM terus meningkatkan penguatan sumber daya manusia dan penguatan kurikulum, dengan tujuan para alumni siap menghadapi pasar bebas dan era globalisasi. 

“Hal ini sejalan dengan program kerja sesuai visi dan misi ITM untuk menghasilkan mahasiswa dan lulusan yang berakhlakulkarimah, berinovasi, dan siap bersaing di pasar kerja terbuka, khususnya memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN,” pungkasnya.

Syukri amal

Sumber Berita : http://www.koran-sindo.com/news.php?r=5&n=136&date=2015-09-25
 
Support : ITM | PAITM | Paguyuban Alumni ITM
Copyright © 2015. PAITM - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger